Sehari Dua Kali Makan Sampah di TPA Tuban

TPA TUBAN

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban– Di antara pemulung yang memilah sampah plastik, terlihat pula ratusan ekor kambing yang asyik makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Panggung di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Jawa Timur.

Gerombolan kambing milik warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding tersebut, makan sampah organik dua kali sehari dengan pengawasan pemiliknya.

“Kurang lebih ada 200 kambing yang tiap hari masuk TPA,” ujar salah satu pemilik kambing, Kanang, saat ditemui suarabanyuurip.com di TPA Gunung Panggung, Kamis (16/8/2018).

Pria berkulit sawo matang ini, mengaku, memiliki delapan ekor kambing. Beternak kambing ini baru dilakoninya selama setahun terakhir, sebagai sampingannya bekerja di pabrik Kalsium.

Saat menggembala kambing, Kanang bergantian dengan anaknya. Siapa yang libur kerja, itulah yang dapat tugas mengawasi kambing yang berjibaku memilah sampah bersama 60-an pemulung sekitar TPA.

“Kambing yang masuk TPA hanya milik delapan orang. Salah satu pemilik ada yang punya 30 ekor kambing, dan itu dilepas untuk nyari makan sendiri,” terangnya.

Baca Juga :   Oknum Polisi Dalang Perampokan Dipecat Tidak Hormat

Pelepasan kambing makan sampah inipun, sudah dipikirkan matang-matang oleh pemiliknya. Dengan mengkonsumsi sampah organik berupa sisa sayur maupun buah-buahan, pertumbuhan kambing justru lebih cepat daripada kambing rumahan yang dicarikan pakan oleh pemiliknya.

Di tunjukkan kambing yang saban hari makan sampah TPA, tak ada yang kurus. Bisa dilihat dari daging dibagian punggung, semua halus dan tak kelihatan benjolan tulangnya.

Di jelaskan pula, sesi pertama kambing masuk TPA mulai pukul 05:00 dan pulang pukul 07:00 WIB. Sedangkan sesi kedua, masuk mulai pukul 11:30 sampai 13:30 WIB. Datangnya pun tidak serempak, melainkan tiga gelombang kambing mulai indukan sampai anaknya.

“Karena sudah terbiasa, kambing langsung mencari sisa sayur maupun buah yang sudah dikumpulkan pemulung yang juga merupakan pemilik kambing,” tambahnya.

Di tanya apakah pernah ada kejadian kambing mati, Kanang tak menampiknya. Waktu itu ada beberapa ekor kambing yang mengalami masalah pencernaan. Setelah dibelah, ternyata ada sumbatan plastik.

“Pernah mati dulu, tapi sekarang tidak. Kambing sudah tahu mana yang bisa dimakan dan yang tidak,” tandasnya.

Baca Juga :   Renggut Nyawa Bocah Berusia Satu Tahun

Masuknya ratusan kambing warga ke TPA Gunung Panggung, langsung direspon Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Bambang Irawan. Secara aturan sebenarnya kambing tak boleh masuk, tapi pada realisasinya sulit dilaksanakan.

“Masuknya kambing ini sudah terjadi, sebelum TPA diserahkan ke DLH. Dulu TPA merupakan wewenang dari Dinas PU Tuban,” sergahnya.

Semenjak dipercaya mengelola TPA, Bambang langsung bergerak cepat dengan melakukan sosialisasi kepada pemilik kambing. Upaya ini terus dilakukan perlahan, dan tidak bisa instan mengubah kebiasaan masyarakat sekitar.

“Kami terus berupaya supaya kambing warga tak lagi masuk ke TPA,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *