UPP Brondong Kerahkan Dua Unit Kapal Patroli

Kapal UPP Brondong

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Lamongan- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melakukan penyisiran pencarian dua Anak Buah Kapal (ABK) korban hilang Laka Laut KMN Barokah mulai dari pelabuhan pukul 05.00 WIB. Ada dua unit Kapal Patroli dan 10 Crew yaitu KNP 485 dengan 6 Crew dan KNP 50018 dengan 4 Crew yang dikerahkan.

“Dukungan ini untuk mempercepat pencarian dua nelayan hilang,” ujar Syahbandar Tuban, Boby Mulya Kusuma, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/8/2018).

Boby sapaan akrabnya, menjelaskan, untuk area penyisiran hari ini sampai 15 Mil dari pantai mulai dari Paciran hingga wilayah Tanjung Awar, Kecamatan Jenu. Perintah dari Kepala Kantor untuk selalu mensuport pencarian korban bersama dengan Basarnas Surabaya, dengan jangka waktu sesuai SOP biasanya seminggu.

Tidak bosan-bosan, pihaknya menghimbau kepada nelayan sebelum berlayar untuk melihat cuaca dari BMKG dan sharing informasi dengan instansi terkait. Selain itu, diharapkan setiap kapal juga dilengkapi life jacket sejumlah dengan crew kapal.

Diberitakan sebelumnya, dua ABK Kapal Motor (KM) Barokah milik Nur Cholis asal Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, hilang setelah kapal bermuatan 10 ton ikan tenggelam di sekitar perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya KM dengan 18 orang ini, setelah pipa as belakang bocor kemudian membuat air laut masuk ke geladak kapal.

Baca Juga :   Hujan Disertai Angin Kencang, Rumah Ambruk Hingga Ruas Jalan Bojonegoro Tergenang Banjir

Salah satu ABK yang selamat, Kaspandi, bercerita awal mula tenggelamnya KM waktu perjalanan pulang setelah melaut selama 11 hari. Saat berada di sekitar perairan Bawean, gelombang tinggi dan tiba-tiba pipa as bocor.

Melihat kondisi tersebut, semua ABK langsung berusaha menutup pipa dan menguras air yang sudah memenuhi sebagian geladak. Saat tahu bagian belakang kapal tenggelam, semua ABK langsung mengeluarkan jeriken dan ban. Berjam-jam bertahan di laut, hingga akhirnya ada perahu nelayan lain menolong.

“Berjam-jam kami terombang ambing di tengah laut,” sambungnya.

Untuk identitas ABK yang hilang, bernama Warsholin (35), dan Mastur (59). Sedangkan 16 nelayan yang selamat, bernama Sampir Palang, Kaspandi Palang, Rahmad Cendoro-Palang, Eri Palang, Ngolin Palang, Tahid Palang, dan Salis Palang.

Lainnya, Noto Jombang, Solikin Gesikharjo- Palang, Tulin Gesikharjo-Palang, Takil Gesikharjo- Palang, Darwi Tambakboyo, Somad Ngimbang- Palang, Nur Gesikharjo-Palang, Yanto Palang, dan Anas Palang. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *