SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban- Psacaenam hari tenggelamnya Kapal Motor Nelayan (KMN) Barokah asal Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dua Anak Buah Kapal (ABK) bernama Warsholin (35), dan Mastur (59) yang hilang belum juga ditemukan. Pencarian terus dilakukan, dan sekarang dihandle (ditangani) Basarnas Semarang.
“Terus dilakukan pencarian, namun saat ini dihandle oleh Basarnas Semarang,” ujar Kepala Pelaksana (Kalalsa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, Senin (20/8/2018).
Mantan Camat Widang ini, menjelaskan pengalihan kendali pencarian mengingat ditemukannya barang-barang yang diindikasi milik ABK di seputaran Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, oleh nelayan Palang yang kebetulan berlayar sampai sana.Â
Seketika itu, langsung dilakukan koordinasi dengan Basarnas Jateng yang bermarkas di Semarang untuk membantu operasi pencarian. Sementara Basarnas Jatim tetap mengerahkan KM SAR Widuradan Jateng KM SAR Sadewa.
“Kita melakukan koordinasi secara terus menerus supaya dua korban nelayan lekas ketemu,” terang Joko.Â
Diketahui, sekarang cuaca dan ombak di laut kurang mendukung. Hanya kapal dengan kapasitas besar, yang bisa mengarungi dan melakukan operasi pencarian.Â
Diberitakan sebelumnya, dua ABK Kapal Motor Barokah milik Nur Cholis asal Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, hilang setelah kapal bermuatan 10 ton ikan tenggelam di sekitar perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya KM dengan 18 orang ini, setelah pipa as belakang bocor kemudian membuat air laut masuk ke geladak kapal.
Salah satu ABK yang selamat, Kaspandi, bercerita awal mula tenggelamnya KM waktu perjalanan pulang setelah melaut selama 11 hari. Saat berada di sekitar perairan Bawean, gelombang tinggi dan tiba-tiba pipa as bocor.Â
Melihat kondisi tersebut, semua ABK langsung berusaha menutup pipa dan menguras air yang sudah memenuhi sebagian geladak. Saat tahu bagian belakang kapal tenggelam, semua ABK langsung mengeluarkan jeriken dan ban. Berjam-jam bertahan di laut, hingga akhirnya ada perahu nelayan lain menolong.
“Berjam-jam kami terombang ambing di tengah laut,†sambungnya.
Untuk identitas ABK yang hilang, bernama Warsholin (35), dan Mastur (59). Sedangkan 16 nelayan yang selamat, bernama Sampir Palang, Kaspandi Palang, Rahmad Cendoro-Palang, Eri Palang, Ngolin Palang, Tahid Palang, dan Salis Palang.
Lainnya, Noto Jombang, Solikin Gesikharjo- Palang, Tulin Gesikharjo-Palang, Takil Gesikharjo- Palang, Darwi Tambakboyo, Somad Ngimbang- Palang, Nur Gesikharjo-Palang, Yanto Palang, dan Anas Palang. (aim)