Siswa SMPN 1 Purwosari Olah Bonggol Pisang Jadi Camilan

camilan dari bonggol pisang

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Inovatif dan kreatif. Itulah yang dilakukan guru dan pelajar SMP Negeri 1 Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Mereka berhasil mengolah bonggol pisang dan biji turi menjadi camilan yang menyehatkan dan memiliki peluang bisnis untuk dikembangkan.

Yakni badeco (banana de coco), kue kering yang dibuat dengan bahan utama tepung dari bonggol pisang dan tepung kelapa, serta camilan busturi (tempe Mbus biji turi). Bahan baku tersebut mudah didapat di wilayah Bojonegoro, termasuk di wilayah Purwosari.

Dua produk ini sebelumnya telah melalui penelitian yang panjang dan matang. Kue kering Badeco hasil penelitian dari enam pelajar dengan didampingI Dwi Lestari, guru setempat. Enam siswa itu adalah Ferdy Dwi Pambudi, Risky Kurniawan, Fitriana Altha Funisha, Mutiara Dwi Mulya, Bintang Aurellion Diani, Rikhma Tantrianita.

Sedangkan Busturi tercipta melalui penelitian enam pelajar SMP Negeri 1 Purwosari juga dengan guru pendamping, Euis Puspitasari. Enam pelajar itu adalah Rafi Putra Bahari, Moch. Hadi Witono, Sigit Nurcahyo, Sevilla Rahmadani, Melly Dwi Suryanti, Bellyana Alvi Dwi Yanuar.

Dua produk camilan lokal itu dikenalkan di lomba PKK tingkat kecamatan di Pendapa Kecamatan Purwosari dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 73, Selasa (21/8/2018). Dengan peserta PKK desa se kecamatan, undangan PKK dari lembaga vertikal di wilayah setempat.

“Ini bagus sekali dikembangkan oleh Ibu-ibu di wilayah ini. Bahan baku dan pembuatannya mudah, sehingga dapat menambah ekonomi keluarga,” kata Istri Camat Purwosari yang juga Ketua PKK kecamatan, Yuyun Marlina Bayudono Margajelita di sela-sela lomba.

Salah satu guru pendamping, Dwi Lestari menjelaskan penelitian inibmerupakan kegiatan lomba program pengembangan sekolah  (project based learning/PJBL), yang dilaksanakan operator Minyak Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Sampoerna Fundantion, Pusat Belajar Guru (PBG), dan Dinas Pendidikan Bojonegoro.

“Hasil produk yang kami sosialiasasikan ini merupakan salah satu syarat yang harus dilakukan oleh peserta untuk lomba PJBL antar sekolah wilayah ring satu yang diadakan oleh EMCL,” kata Guru Bahasa Inggris itu.

Diharapkan dengan hasil penelitian ini kedepaannya dapat menambah nilai guna bonggol pisang yang selama ini menjadi limbah dan dibuang percuma. 

“Semoga nantinya produksi ini bisa dikembangkan di wilayah Purwosari sehingga menjadi salah satu makanan khas,” pungkas Dwi Lestari. (suko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *