Takbir Keliling Desa Sambil Bawa Obor

Takbir keliling

SuaraBanyuurip.com -  Ali Imron

Tuban- Tak kurang dari 300-an masyarakat Desa Bringin, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban,Jawa Timur pada Selasa (21/8) malam serempak berjalan kaki melakukan takbir keliling desa sambil membawa obor dalam rangka menyambut idul Adha 1439 Hijriyah. Perjalanan kurang lebih dua Kilo Meter (Km) tersebut, diikuti oleh semua kalangan dari anak-anak hingga Lansia. 

“Takbir keliling sambil membawa obor ini kami lakukan setiap tahunnya,” ujar Kepala Desa Bringin, Subandi, kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela takbir keliling yang dihadiri tiga pilar Kecamatan Montong. 

Bandi sapaan akrabnya, menjelaskan selepas sholat Maghrib, warganya secara otomatis langsung berkumpul di sekitar balai desa. Mereka sebagian membawa obor dari rumah. Setelah dirasa lengkap, gema takbir pun dikumandangkan terdengar hingga sudut desa. Suasana malam menjadi gemerlap, karena ratusan obor menerangi jalanan penghubung dusun. 

Di takbir keliling Idul Adha ini, warganya berjalan kaki hingga perbatasan Desa Bringin dengan Maindu, yang disitu ada api abadi bekas pemboran gas oleh Pertamina. Perjalanan dilanjutkan hingga finish di Masjid Al-Hidayah Bringin.

Baca Juga :   Demo Tolak Kekerasan Terhadap Jurnalis

Di tempat ibadah ini, seluruh masyarakat mendengarkan pencerahan dari ulama setempat terkait sejarah Hari Raya Kurban. Ketaatan dan kepatuhan Nabi Ibrahim, perlu diteladani. Karena apapun yang dimiliki oleh manusia, hanyalah titipan sementara. 

“Tradisi ini sudah turun temurun dari leluhur, sebagai cara memperingati hari besar keagamaan,” terang Kades ramah ini.

Dijelaskan pula, di Bringin takbir keliling Idul Adha tak semeriah Idul Fitri. Dikarenakan greget Idul Fitri lebih besar, setelah sebulan menunaikan ibdah puasa. Berbeda dengan Hari Raya Kurban, kita cukup disunnahkan puasa tiga hari. Kemeriahan saat Idul fitri juga nampak, dengan tidak ditutupnya pintu rumah warga semalam suntuk hingga fajar tiba. 

“Kalau takbir keliling Idul FItri, 15 hari sebelumnya sudah dipersipkan matang oleh warga,” tambahnya. 

Sementara itu, Camat Montong, Suwoto, menambahkan atas nama pemerintah kecamatan mengucapkan terimakasih atas kebersamaan masyarakat menyambut Idul Adha. Tradisi takbir keliling dengan obor harus diuri-uri. Mungkin lebih ramai Idul Fitri, tapi tetap kami sampaikan terimakasih. 

“Terimakasih dan semoga pada malam hari ini kita mendapatkan barokah dari Allah SWT,” sambung pria yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban.

Baca Juga :   Pendapatan Pajak Bojonegoro Lampaui Target

Mantan Sekcam Jenu ini, menambahkan di wilayahnya ada tiga desa yang getol menguri-uri takbir dengan membawa obor. Pertama, Bringin disusul Maindu, dan terakhir Desa Montongsekar.

Di desa lainnya, berjalan kaki sambil membawa obor sudah tergantikan dengan naik kendaraan sambil mengummandakan takbir melalui pengeras suara. Di malam yang penuh berkah ini, Kapolsek Montong, AKP Nursento, dan Danramil 0811/19 Montong, Kapten Inf Suwandi juga turut mendampingi. Tiga pilar  bersama anggota Koramil, Polsek, dan Satpol PP juga turut berjalan kaki bersama warga hingga finish. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *