Dua Kali Tangkap WNA, Kesbangpol Akan Panggil PT Holcim

Plt Kepala Kesbangpol Tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Kesbangpol Tuban, Jawa Timur, dalam waktu dekat akan memanggil manajemen PT Holcim untuk meminta keterangan detail setelah ditangkapnya tiga WNA asal China yang diketahui bekerja di PT Semen Imasco Asiatic.

Pengamanan WNA di Holcim tercatat Kesbangpol sudah dua kali. Sebelumnya penangkapan dilakukan sekitar dua atau tiga bulan yang lalu.

“Dalam waktu dekat kami akan koordinasi dengan manajemen Holcim,” ujar Plt Kepala Kesbangpol Tuban, Joko Suwarno, kepada suarabanyuurip.com, setelah mengirim tiga WNA China ke kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya, Jumat (24/8/2018).

Joko sapaan akrabnya, menegaskan, dari beberapa perusahaan di Tuban, hanya di Holcim yang ditemukan WNA selundupan. Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) akan bersinergi dengan Holcim, supaya kasus ini tidak terulang.

Selain di Holcim, WNA China juga pernah ditemukan di Desa Kujung, Kecamatan Widang. Waktu itu, WNA tidak bisa berbahasa Indonesia dan tak tahu peta wilayah Tuban. Akhirnya juga dikirim ke Imigrasi Surabaya.

“Tiga WNA yang visanya ada keterangan PT Semen Imasco Asiatic hari ini kami kirim ke kantor Imigrasi Surabaya,” terangnya.

Baca Juga :   Kerugian Banjir Bojonegoro Capai Rp13,9 M

Sampai tiga WNA dikirim ke Surabaya, Corporate Communication East Java PT Holcim Indonesia, Indri Siswati, masih koordinasi dengan manajemen untuk membuat pernyataan resmi soal penangkapan tersebut. Siapa yang menyelundupkan ketiga WNA tersebut pihaknya juga belum mengetahuinya.

“Siapapun yang masuk di Holcim komplet dokumennya,” sambung Indri.

Dalam paspornya identitas ketiga WNA, meliputi Wang. Chongyang, lahir 18 Februari 1988. Paspor berlaku sejak Desember 2014 sampai 2024. Yao. Shuwei lahir 8 Juli 1996. Paspornya berlaku sejak Juni 2018 sampai 2028. Terakhir Wu. Qianbin lahir 4 Maret 1981. Paspornya berlaku November 2017 sampai 2027.

Dalam visa kunjungannya, ketiganya berasal dari PT Semen Imanco Asiatic. Dimana semen tersebut dikabarkan sudah berdiri di Jember dengan nilai investasi Rp5 triliun. Di tahun 2018 ini, perusahaan semen sudah membuka lowongan pekerjaan.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *