SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali ImronÂ
Tuban-Â Konflik antar desa di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya tak bisa dihindari. Penyebabnya rebutan pekerjaan di Lapangan Migas Blok Tuban yang dioperatori Pertamina EP Field Sukowati.
Dua desa yang sedang bersitegang itu adalah Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, ring satu Lapangan Migas Mudi, dengan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ring satu Pad B Lapangan Sukowati.Â
Akibat masalah tersebut, Pemerintah Desa Rahayu, Kecamatan Soko, mengeluarkan kebijakan berupa larangan warga Bojonegoro bekerja di Lapangan Migas Mudi.
Munculnya kebijakan itu, berawal saat rig Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) pada tiga atau empat bulan lalu beroperasi di Pad A Lapangan Migas Sukowati. Waktu itu, tak satupun warga Rahayu terlibat kegiatan tersebut, dan justru dimonopoli warga Bojonegoro.Â
“Itulah kenapa saya keluarkan kebijakan seperti itu,†ujar Kades Rahayu, Sukisno, saat dikonfirmasisuarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Sabtu (25/8/2018).Â
Kisno sapaan akrabnya, menegaskan, jika tidak ada yang memulai tentu tak ada sebuah kebijakan baru yang dikeluarkannya. Kebijakan tersebut semata-mata bentuk perlindungan bagi tenaga kerja Rahayu.
Harapannya di rig PDSI 11 maupun 22, bisa diisi warga dari Tuban maupun Bojonegoro. Kendati demikian dari pihak PDSI tidak diperkenankan.
Disinggung tentang akan adanya aksi sweeping terhadap pekerja dari Tuban yang akan dilakukan pemuda Ngampel malam ini. Kisno mengaku, belum mendapat kabar. Namun demikian, jika aksi tersebut jadi dilakukan dan warga Rahayu dipulangkan, tentu aksi serupa akan dilakukan di Lapangan Mudi.
“Silahkan kalau mau sweeping, saya malah diuntungkan,†terang Kades yang getol berjuang demi warga ring 1 Migas ini.
Pihaknya menegaskan, akan memulangkan seluruh pekerja dari Bojonegoro khususnya Ngampel yang mencari nafkah di Mudi. Sampai detik ini, Kisno mengaku belum diajak komunikasi oleh Pertamina EP Sukowati terkait hal ini.
“Silahkan dicocokkan keterangan saya dengan di Bojonegoro,†pintanya.
Sebelumnya, tokoh masyarakat Desa Ngampel, Pamuji menyatakan, pemuda setempat akan melakukan sweeping pekerja dari Tuban, termasuk Desa Rahayu yang saat ini bekerja di Pad A Sukowati. Hal itu dilakukan karena Pemdes Rahayu telah membuat kebijakan pelarangan bagi warga Bojonegoro bekerja di Sumur Mudi.
“Malam ini juga pemuda akan memulangkan mereka ke Desa Rahayu,” tegas Pamuji.
Adanya miskomunikasi antara Desa Ngampel, Kecamatan Kapas dengan Desa Rahayu, Kecamatan Soko langsung direspon Pertamina EP Sukowati. Legal Relations Sukowati Field, Angga Arya, berharap baik Desa Rahayu, maupun Ngampel bisa segera duduk bersama untuk menemukan solusi terbaik.
“Kami harapkan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,†pungkas Angga sapaan akrabnya. (aim)