SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban-Â Terhitung sejak tanggal 23 Agustus 2018 pencarian dua Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Barokah asal Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dihentikan oleh Basarnas Semarang. Penutupan operasi karena sudah tujuh hari sejak Jumat (17/8/2018) dilakukan pencarian tidak membuahkan hasil.
“Pencarian dua ABK ditutup,†ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (27/8/2018).
Joko menjelaskan, sekalipun sudah ditutup tetapi tim regu masih melakukan pemantauan secara reguler di tiga titik. Mulai dari wilayah laut Juwana, Jepara, dan Karimunjawa. Pemantauan dipusatkan di Jawa Tengah karena mengarah kesana.
Hasil komunikasi BPBD dengan Pemdes Palang yang dilintasi jalur pipa distribusi minyak Blok Cepu, juga masih nihil informasi. Sebagai bentuk perhatian Pemkab Tuban, dalam waktu dekat keluarga korban akan diberikan bantuan paket Sembako.
“Kami akan segera kirim paket tersebut,†terang mantan Camat Widang ini.
Pasca enam hari tenggelamnya KMN Barokah, dan hilangnya dua ABK bernama Warsholin (35), dan Mastur (59), pencarian langsung dihandle (ditangani) Basarnas Semarang.
Pengalihan kendali pencarian mengingat ditemukannya barang-barang yang diindikasi milik ABK di seputaran Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, oleh nelayan Palang yang kebetulan berlayar sampai sana.Â
Seketika itu, langsung dilakukan koordinasi dengan Basarnas Jateng yang bermarkas di Semarang untuk membantu operasi pencarian. Sementara Basarnas Jatim tetap mengerahkan KM SAR Widuradan Jateng KM SAR Sadewa.
Diberitakan sebelumnya, KMN Barokah milik Nur Cholis asal Desa/Kecamatan Palang hilang setelah kapal bermuatan 10 ton ikan tenggelam di sekitar perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya KM dengan 18 orang ini, setelah pipa as belakang bocor kemudian membuat air laut masuk ke geladak kapal.
Salah satu ABK yang selamat, Kaspandi, bercerita awal mula tenggelamnya KM waktu perjalanan pulang setelah melaut selama 11 hari. Saat berada di sekitar perairan Bawean, gelombang tinggi dan tiba-tiba pipa as bocor.Â
Melihat kondisi tersebut, semua ABK langsung berusaha menutup pipa dan menguras air yang sudah memenuhi sebagian geladak. Saat tahu bagian belakang kapal tenggelam, semua ABK langsung mengeluarkan jeriken dan ban. Berjam-jam bertahan di laut, hingga akhirnya ada perahu nelayan lain menolong.
Untuk identitas 16 ABK yang selamat, bernama Sampir (Palang), Kaspandi (Palang), Rahmad (Cendoro-Palang), Eri (Palang), Ngolin (Palang), Tahid (Palang), dan Salis (Palang).
Lainnya, Noto (Jombang), Solikin (Gesikharjo-Palang), Tulin (Gesikharjo-Palang), Takil (Gesikharjo-Palang), Darwi (Tambakboyo), Somad (Ngimbang- Palang), Nur (Gesikharjo-Palang), Yanto (Palang), dan Anas (Palang). (Aim)