SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Misran (63), petambak ikan asal Dusun Karang Tawang, Desa/Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kaget melihat belasan ribu ikan Mujairnya mati mendadak. Ikan berumur empat bulan yang sebentar lagi panen, pada hari Jumat (24/8) kemarin mengambang di permukaan tambak.Â
“Ikan Mujair mendadak mati entah apa sebabnya,” ujar Misran, saat ditemui suarabanyuurip.com, di tepi tambak garapannya, Senin (27/8/2018).
Misran sudah 15 tahun menggeluti pekerjaan ini. Dia mengaku baru sekali ini melihat ikannya mati. Selama menambak, ikan Mujair dikenal tahan segala cuaca.Â
Prakiraannya ada dua faktor yang memicu terjadinya fenomena ini. Pertama kemarau panjang, yang menyebabkan airnya pekat. Kedua, sampah yang mencemari sungai di sekitar tambak.Â
“Air sungai di Selatan tambak inilah yang menjadi sumber pengairannya,” terang petambak yang kulitnya sudah mengeriput.Â
Atas kondisi ini, Misran mengaku merugi sekira Rp3 juta. Dengan hitungan 15-17 ribu ikan mati, dari 20 ribu bibit ikan Mujair yang ditebar.Â
Warga lainnya, Sanep juga kaget dengan fenomena ikan Mujair mati. Dugaan warga, karena di tambak tidak ada suplai air dari laut. Air laut buntu tidak bisa ke sungai, dikarenakan banyak sampah yang menyumbat sungai.Â
“Sampah di sungai buangan warga tepi sungai dan menumpuk, kemudian terbawa saat pasang air laut,” sambungnya.Â
Lebih dari itu, sampah dari Pasar Tambakboyo juga diduga mencemari tambak pak Misran. Kondisi inilah yang dikeluhkan pada pembudidaya ikan, karena memicu ikan mati. Begitupun petani garam tidak dapat suplai air laut, akhirnya ngebor air bawah tanah.Â
“Sekarang ini kalau ditanami Udang jelas mati. Bisa hidup saat musim hujan,” jelasnya. (aim)