SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Setelah mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Dusun Gowah, Desa Jadi, Kecamatan Semanding yang diikat selama 17 tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Jawa Timur, menduga Santam (32) mengalami Retardasi Mental.
Pada saat survei keluarga sehat (sambang warga Noto kasarasan), yang bersangkutan sejak umur lima tahun sering menyakiti dirinya sendiri.
“Ada dugaan sementara retardasi mental,” ujar Plt Kepala Dinkes Tuban, Endah Nurul, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (1/9/2018).
Endah menjelaskan, proses kelahiran Santam normal, tetapi dari kecil sudah tidak bisa bicara. Pria yang sejak umur 15 tahun diikat tangan dan kaki kirinya ini juga dikenal hiper aktif.
Sebagaimana alasan keluarga mengikat Santam, karena kerap menyakiti diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Kondisi secara umum badan cukup sehat, dan tampak ada bekas luka di wajah.
Yang bersangkutan perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit (RS), tetapi keluarga saat diadvokasi untuk berobat (rujuk) menyatakan tidak sanggup/ tidak diijinkan. Kendati demikian, apbila diberikan bantuan keluarga mau menerima.
“Santam tetap dalam pantauan tim kami, sambil menunggu keluarga setuju untuk dirujuk,” terangnya.
Kakak kandung Santam, Parni, mengaku, tak tega melihat tangan dan kaki kiri adiknya terikat. Pilihan itu harus dilakukan, karena semakin bertumbuh usia semakin besar pula resiko adiknya hilang.
Disamping itu, keluarganya juga tak ingin barang-barang tetangga rusak karena ulah ODGJ. Lebih baik diikat di rumah, daripada menyusahkan keluarga dan orang di lingkungannya.
“Diikat karena kami takut hilang dan merusak barang-barangnya tetangga,” tegasnya.
Saban hari Santam tak bisa makan nasi sendiri. Bisa makan kalau disuapi, dan itupun hanya pisang dan snack. Parni dan ibunya yang hampir setiap hari menyuapi makan adik kandungnya.
Dihadapan awak media, alasan tak membawa adiknya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena terkendala biaya. Keluarganya pernah mengajukan ke RT setempat, tapi sampai semester II 2018 belum ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. (Aim)