SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus meningkatkan tata kelola minyak dan gas (Migas) di Indonesia.
Salah satunya dengan mendorong pengelolaan minyak bagi perusahaan plat merah yakni Pertamina.
“Pertamina akan menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia pada Tahun 2022 dengan masuknya Blok Rokan,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (1/9/2018).
Saat ini Blok Rokan memproduksi minyak sekitar 207 ribu barel per hari (bph) (26% dari produksi minyak mentah nasional). Dengan penguasaan atas Blok Rokan, porsi Pertamina dalam memproduksi migas nasional pun akan menjadi sekira 60% di tahun 2022.
Saat ini, Pertamina telah mengelola 35 Wilayah Kerja Migas, termasuk Blok Tuban di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, melalui anak usahanya, Pertamina EP Asset 4.
Sementara data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menyebutkan, pada tahun 2018 tercatat 124 perusahaan dalam negeri yang menjadi produsen minyak mentah. Di luar Pertamina dan anak perusahaannya, terdapat 89 produsen lain yang turut andil dalam bisnis migas nasional.
“Bisnis migas adalah bisnis yang high capital, high risk, dan high technology,” tandasnya.
Jumlah tersebut menunjukkan kesiapan dan kompetensi perusahaan dalam negeri dalam pengelolaan sumber minyak nasional.
Menurutnya, pengelolaan minyak oleh perusahaan nasional merupakan wujud dari implementasi dari amanat pasal 33 UUD 1945 ayat 3: bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Kita akan terus melibatkan anak bangsa dalam pengelolaan sumber minyak nasional. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkas Agung.(rien)Â