SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) yang ke-13, Pertamina EP Lapangan Sukowati pada Selasa (11/9) menyantuni 125 anak yatim dari empat desa sekitar operasinya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kegiatan sosial penuh kekeluargaan tersebut, dipusatkan di Pad B Mudi office di Desa Rahayu, Kecamatan Soko.
“Santunan yatim ini dalam rangka memperingati HUT Pertamina EP yang ke-13,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Heri Aminanto, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela acara.
Heri sapaan akrabnya, menjelaskan, 125 anak yatim yang dimaksud berasal dari Desa Rahayu, Sokosari, Kecamatan Soko dan Desa Bulurejo, Kebonagung, Kecamatan Rengel. Dari empat desa sekitar operasi Migas ini, yang paling banyak adalah Desa Rahayu dengan melibatkan 40 yatim.
Lebih dari itu, HUT Pertamina EP sebenarnya jatuh pada 13 September mendatang. Puncak peringatannya di Lapangan Sukowati Bojonegoro. Pertama kali Pertamina EP menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kepanjangan dari PT Pertamina (persero) per 13 September 2005 silam.
“Alhamdulillah santunan yatim ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharrom 1440 H,” terang pria kelahiran Palembang.
Di hadapan anak yatim, dan tamu undangan dari perangkat desa sekitar, Heri menyampaikan beberapa hal penting seputar operasi Migas. Pertama, setelah penyerahan Lapangan Migas, tidak pernah terjadi kecelakan kerja. Kedua, produksi meningkat dari semula 6.700 Barel per hari (Bph) naik menjadi 9.300 Bph.
Pertamina EP Sukowati Field secara keseluruhan memiliki 36 sumur. Sampai sekarang anak perusahaan Pertamina (persero) ini, mengandalkan 26 sumur aktif, dua sumur injeksi, dan sumur lainnya nonaktif.
“Kami senantiasa bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan. Selain itu, meminta doa dan dukungan dari semua masyarakat, supaya kegiatan Pertamina EP Sukowati berjalan lancar,” harapnya.
Mewakili manajemen, Heri juga berharap semoga dengan usia bertambah, Pertamina EP lebih dewasa, produksi lebih baik, dan mengutamakan keselamatan. Mudah-mudahhan field Sukowati selalu diterima dan memberi manfaat di Tuban maupun Bojonegoro.
Kasi Pemerintahan Sokosari, Mohammad Bahri, menyambut baik acara sosial seperti ini. Sudah selayaknya anak yatim di desa ring Migas, mendapat perhatian khusus dari perusahaan.
“Acara seperti ini sering dan bermanfaat bagi warga,” sambungnya.
Segendang seirama disampaikan Kasi Kesra Desa Rahayu, Sauji. Dibanding manajemen JOB P-PEJ, Pertamina EP Sukowati lebih komunikatif. Satu hal yang diharapkan Pemdes Rahayu, supaya perusahaan bisa singkronisasi dengan masyarakat.
“Selama ini diajak komunikasi lumayan enak. Misalnya diminta mengairi sawah petani Rahayu langsung diberikan,” sambungnya.
Sebatas diketahui, diantara upaya yang dilakukan Pertamina EP Sukowati untuk peningkatan produksi mulai aktivitas optimasi program sumuran, acid wash, servis sumur, perbaikan cement bonding dan reaktifasi sumur – sumur yang masih berpotensi.
Beberapa sumur yang produksinya besar diantaranya SKW 27 dengan produksi sekira 1.659 Bph, SKW 7 dengan produksi sekira 672 Bph, SKW 25 dengan produksi sekira 743 Bph, SKW 8C dengan produksi sekira 927 Bph dan SKW 18 dengan produksi sekira 572 Bph11.
Dalam kesempatan yang sama, Pertamina EP Sukowati juga menunjuk Ketua Badan Dakwah Indonesia (BDI) yang baru bernama Bahar Lalu. Nantinya BDI akan berkolaborasi dengan masyarakat sekitar operasi, untuk meningkatkan hubungan yang lebih baik.(aim)