SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga kini belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih melalui jaringan pipa di seluruh wilayah Bojonegoro termasuk sekitar industri minyak dan gas bumi (Migas).
“Dari 28 Kecamatan, sekarang ini jaringan pipa baru mencakup di 14 kecamatan,” kata Direktur PDAM Bojonegoro, Sukahana, saat ditemui Suarabanyuurip.com dikantornya Senin (17/9/2018).
Hal ini dikarenakan, belum adanya sumber air baku dalam satu kecamatan. Seperti di wilayah Migas diantaranya Kecamatan Gayam, Tambakrejo, Malo, dan Kedewan.
Meski kaya akan sumber minyak namun di empat kecamatan tersebut belum ada sumber air yang bisa dijangkau pipa PDAM.
“Kalau dipaksakan, biayanya mahal karena sumber airnya sangat jauh,” tukasnya.
Selama ini, untuk sarana dan prasarana instalasi air, PDAM Bojonegoro mendapatkan hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum ada sama sekali.
“Apalagi dari perusahaan migas, ya belum ada sampai sekarang,” tandasnya.
Namun, pihaknya menyediakan program bantuan air bersih bagi daerah-daerah yang rawan kekeringan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.(rien)Â