SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, mengambil langkah menyewa lahan milik Perhutani untuk kebutuhan penanaman pipa distribusi gas dari titik sumur NKT 01-TW di Desa Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Gas dari sumur tersebut bakal mengalir hingga Central Processing Plant (CPP) Gundih di Desa Sumber Kecamatan Kradenan.Â
Sewa lahan perhutani terpaksa dilakukan karena anak perusahaan BUMN itu gagal membebaskan lahan milik warga Desa Tanjung dan Pulo. Negoisasi yang dilakukan awal Tahun 2018 menemui jalan buntu.
Informasi dihimpun, pipa dari sumur NKT ditanam di sepanjang jalur lahan perhutani dari Desa Bajo sampai Desa Wado. Di Desa Wado kemudian pipa melintas melalui lahan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), tepatnya di sebelah utara rel kereta api.
“Lahan warga di Desa Kami tidak ada yang terkena dampak. Sebab, jalur pipa melalui lahan PT KAI,” kata Kepala Desa Wado, Kasdi kepada suarabanyuurip.com.
Government and Public Relations Assistant Manager Pertamina EP Asset 4, Pandji Galih Anoraga, mengakui jika pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian sewa dengan Perhutani perihal pemakaian lahan.
“Untuk luasan sekira 2 hektar,” timpal Pandji dikonfirmasi terpisah.
Humas Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Samiono membenarkan adanya perjanjian kerja sama sewa lahan. Sistem sewa yang diberlakukan dengan cara pembaharuan setiap dua tahun sekali.
“Setiap dua tahun sekali diperbaharui ,” ujarnya.
Ditanya terkait lama dan nilai sewa, dirinya mengaku belum mengetahuinya secara detil. (ams)