SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tak kurang dari 44 desa di 13 kecamatan dari 28 kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, sekarang ini mengalami kekeringan. Termasuk juga desa yang berada di sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang di operatori Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC), dan sekitar lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Dari 13 Kecamatan itu, termasuk wilayah sekitar proyek lapangan Gas J-TB, dan lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Nadif Ulfia, kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui di Pendopo Malowopati, Jumat (21/9/2018) kemarin.
Dari data yang didapat, wilayah sekitar Lapangan Gas J-TB yang mengalami kekeringan terdapat di Desa Tengger, Bareng, Butoh, Kolong, Ngasem, dan Desa Ngadiluweh, Kecamatan Ngasem.
“Kemudian, Desa Gamongan dan Malingmati Kecamatan Tambakrejo,” lanjut wanita berkacamata minus ini.
Sedangkan 11 Kecamatan lainnya yang kekeringan ada di Kecamatan Temayang, Sukosesu, Sumberjo, Ngraho, Kasiman, Bubulan, Ngambon, Sugihwaras, Purwosari, Kedungadem dan Kepohbaru.
“Untuk Kecamatan Tambakrejo dan Ngasem, belum ada pengajuan bantuan dari operator J-TB, PEPC. Masih dari kami,” tandas wanita yang akrab disapa Ulfa.
Sementara wilayah ring 1 Lapangan minyak Banyuurip, Kecamatan Gayam, meski belum termasuk peta wilayah kekeringan, namun BPBD telah berkoordinasi dengan EMCL untuk dropping air bersih.
“Puncak kekeringan diperkirakan awal bulan Oktober mendatang, dan kita persiapan saja jika ada yang butuh dropping,” tandasnya.
Terpisah Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan, berkaitan hat tersebut telah berkoordinasi dengan BPBD Bojonegoro dan pihak terkait untuk distribusi air bersih.
“EMCL telah berkoordinasi guna pendistribusian bantuan kepada desa di sekitar wilayah operasi kami,” terang Rexy.
Sementara Public Governmen Affair and Manager PEPC, Kunadi, hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasinya terkait ini. Pesan pendek yang dikirimkan sejak pukul 12.44 WIB belum ada balasan.(rien)Â