Cara Wahyu Setiawan Katrol Pendapatan Penjual Ikan Laut

Tingkatkan Pendapatan Penjual Ikan luat Tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Penjual ikan laut kering di kawasan Tuban, Jawa Timur, akhir-akhir ini mendapatkan hasil lumayan besar karena banyaknya wisatawan yang datang di kawasan wisata Bumi Wali-sebutan lain Tuban. Terutama pada saat libur Sabtu dan Minggu.

Jenis ikan yang dijual diantaranya ikan jambal layur teri nasi bulu ayam dan lain-lain dengan kisaran harga antara Rp5.000 sampai Rp10.000, terasi kerupuk udang, dan aneka jenis ikan kering ikan laut lainnya.

Penjualan ikan asin kering ini banyak dijumpai di kawasan Palang Tuban, dan di daerah kawasan makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi.

Suminah, salah satu penjual ikan asin mengaku, sudah hampir 20 tahun lebih berjualan. Hasil penjualan dapat menopang kehidupan keluarganya, apalagi ketika suaminya sedang tidak mencari ikan di laut. 

“Lumayan bisa bantu mencukupi kebutuhan keluarga,” ucapnya.

Para penjual ikan ini cukup kreatif. Hasil dari menangkap ikan diolah sedemikian rupa sehingga bisa menjadi nilai tambah.

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Partai Nasdem, Wahyu Setiawan mengemukakan ikan asin kering ini adalah oleh-oleh favorit yang selalu dibeli para wisatawan utamanya  yang melakukan wisata ataupun ziarah wali di kawasan Tuban.

Baca Juga :   Belum Habis Masa Jabatan, Blora Ikut Pilkada Serantak 2020

“Ini salah satu potensi yang dimiliki Tuban yang harus dikembangkan maksimal,” ucap Wahyu, sapaan akrabnya ketika dimintai tanggapan, Minggu (23/9/2018).

Caleg dari daerah pemilihan (Dapil) IX yang meliputi Tuban dan Bojonegoro itu, berharap kedepan agar penjualan hasil perikanan laut tidak langsung dijual akan tetapi perlu diversifikasi aneka olahan seperti dibuat abon, kerupuk, terasi sehingga dapat memberikan nilai jual. Selain itu semua olahan harus memenuhi standart hygunes kesehatan tanpa bahan pengawet. 

“Ini yang harus didorong. Penjual ikan laut harus diberdayakan agar mereka lebih produktif,” tegas Caleg nomor umur urut 4 itu.

Pemberdayaa ini, tambah Wahyu, dapat dilakukan secara sinergi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perdagangan.

“Itu sangat diperlukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dan masyarakat pengolah hasil perikanan,” pungkasnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *