SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggelar senam awas di hari pertama kampanye Pemilu 2019. Senam yang diikuti ratusan stakaholder tersebut, bertempat di halaman salah satu hotel di Jalan Basuki Rahmat Tuban.
“Senam ini bertujuan menjadikan Pemilu 2019 di Bumi Wali aman, damai, tertib, dan taat aturan,” ujar Ketua Bawaslu Tuban, Sullamul Hadi, kepada suarabanyuurip.com usai senam, Minggu (23/9/2018).
Pria kelahiran Tuban, 28 Desember 1976 ini, meminta semua peserta pemilu menjunjung tinggi nilai-nilai yang baik, demokratis, dan berintegritas. Pada hari ini melalui deklarasi kalau istilah Jawa “menang tidak hebat kalah memalukan” karena terlalu banyak pelanggaran, kemudian bahasanya dibuat lebih santun dan mengedepankan pemilu yang berintegritas dengan prinsip “kalah terhormat menang bermartabat”.
Semoga usai deklarasi ini, di tahun 2019 tidak ada lagi kericuhan maupun kegaduhan terkait dengan hasil. Dikarenakan bersama rakyat Bawaslu awasi pemilu, dan prinsip itu yang terus kami sosialisasikan kepada peserta Pemilu 2019.
“Deklarasi kami libatkan partai politik dan stakeholder lainnya sebagai saksi. Bahwa ada komitmen bersama yang dibangun antara penyelenggara dan peserta pemilu,” terang pria yang juga sebagai advokat di Bumi Wali.
Putra Ketua MUI Tuban menambahkan, senam dan deklarasi ini digelar serentak di Jawa Timur. Sementara untuk di tingkat Nasional pihaknya belum mengetahui detailnya.
Sebagai pengawas pemilu yang diorganisir pemerintah, Gus Hadi biasa disapa berharap masyarakat di kabupaten dengan 20 kecamatan untuk menjadi pengawas yang bersifat pasif. Ketika ada pelanggaran segera melaporkan ke pengawas pemilu untuk ditindaklanjuti.
Dihari perdana kampanye, Bawaslu yang berkantor di Jalan Pahlawan meminta semua peserta pemilu untuk mematuhi aturan. Dikarenakan dengan begitu tujuan pemilu damai dan berintegritas dapat terwujud.
Sementara Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tuban, Saiful Anwar, berharap di Pemilu 2019 mendatang semua masyarakat lebih dewasa, dan tidak termakan isu SARA.
“Mari kita jadikan momen demokrasi yang sehat dan sukseskan Pemilu 2019,” sambung pemuda yang menempuh S-1 di Unirow Tuban.
Warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Muttohar, juga berharap baik Pileg maupun Pilpres berlangsung aman. Jangan sampai Pemilu di Bumi Wali terciderai oleh oknum-oknum yang ingin memecah kerukunan di masyarakat.
“Pilihan boleh beda tapi Pemilu harus aman,” pungkas pecinta kopi hitam itu. (Aim)