Sumur Minyak Tua di Blora Terbakar

Sumur Minyak Tua Ledok Terbakar

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sumur minyak tua di kawasan Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakar. Ada dua titik sumur yang terbakar di waktu berbeda. 

Pertama, sumur 62 terbakar pada tanggal (19/9/2018) malam. Kedua sumur 129 terbakar pada (21/9/2018) siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Informasi dihimpun, kebakaran terjadi akibat adanya api yang membakar semak belukar hingga merembet ke sumur. Saat itu, sumur dalam keadaan ditutup dan tidak ada aktivitas penambangan, sehingga nyala api tidak terlalu lama. 

Sumur di kawasan Ledok ini di bawah pengeloaan Badan Usaha Milik Dearah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) bekerja sama dengan perkumpulan penambang. 

Direktur Utama PT BPE Blora, Christian Prasetya, mengatakan, kebakaran terjadi dimungkinkan karena ada pembakaran daun dan cuaca panas. Namun pembakaran daun bukan dilakukan penambang.

“Kita justru minta daun-daun kering dibersihkan dari area sumur dengan disapu dan mlam kita keliling sumur-sumur untuk memantau,” terang pria berkaca mata ini kepada suarabanyuurip.com, Minggu (23/9/2019).

Baca Juga :   Pertamina Patra Niaga Operasikan 3 Terminal LPG Baru

Selain itu, dirinya juga terus melakukan koordinasi dengan Perhutani sebagai pemilik kawasan. Juga dengan kelompok dan perkumpulan penambang untuk melakukan jaga sumur dan ronda rutin, terutama selepas off kerja sore hari. 

“Kita juga siapkan alat pemadam api ringan secara konsisten agar siap jumlah siap waktu,” tuturnya.
Humas PT Pertamina EP Asset 4, Pandjie Galih Anoraga, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

“Info yang saya terima, dampak kebakaran semak-semak yang kemudian merembet ke sumur,” sambung Pandjie dikonfirmasi terpisah. 

Menurut pria yang gemar minum kopi kothok ini, tim Pertamina EP sudah membantu memadamkan api dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian. 

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak membuat api sembarangan dikhawatirkan akan terulang kejadian serupa,” pesannya. (ams)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *