SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Semakin jeleknya kondisi jembatan dan jalan menuju lokasi proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dikeluhkan oleh warga sekitar. Kondisi paving jalan yang juga penghubung Desa Ngasem-Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut semakin memprihatinkan.
Banyak paving berserakan dibadan jalan sepanjang sekira 2,5 kilo meter (Km) dari total panjang jalan sekira 4,5 Km. Sehingga membahayakan bagi pengguna.
“Baik Jembatan maupun jalan kalau tidak segera mendapat perhatian ketika musim hujan turun sangat membahayakan bagi pengguna,” kata Ketua LMDH Tani Lestari Kolong, Moch. Lahir, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (24/9/2018).
Kondisi papan jembatan, tembok penahan tanah, dan pagar samping kanan kiri sudah rapuh. Kerusakan tersebut sangat perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab jika sampai ambruk atau putus tentu akan membuat masyarakat sekitar semakin terganggu, dan bahkan meperburuk perekonomian mereka.Â
Tak hanya itu para pekerja proyek dan perusahaan yang terlibat di J-TB juga akan semakin susah jika hendak menuju lokasi proyek karena harus menempuh jarak yang cukup jauh yaitu memutar lewat Kalitidu atau Ngambon.Â
“Jalan ini selain satu satunya penghubung Desa Bandungrejo-Ngasem dan ke lokasi proyek J-TB juga sebagai akses utama warga menuju lahan pertanian. Jadi kalau sampai putus maka perekonomian warga juga hancur,” tandasnya.
Pria berbadan kurus ini menilai, rusaknya jembatan tersebut selain kondisi usia sudah tua juga semakin banyak kendaraan proyek J-TB yang melintas. Meski bukan dari kendaraan alat berat.
“Kami berharap pemimpin baru Bojonegoro yaitu Bupati dan Wakilnya yang baru dilantik segera mengambil kebijakan untuk memperhatikan pembangunan jembatan dan jalan tersebut. Sebelum kondisi kerusakan semakin bertambah parah,” imbuh warga asal Desa Kolong ini.
Senada diungkapkan warga Desa Ngadiluwih, Bambang. Dia mengaku hingga saat ini memang belum ada perhatihan secara maksimal dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro maupun operator J-TB Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC) untuk membangun jembatan dan jalan yang juga sebagai penghubung Desa Ngadiluwih ke Bandungrejo.
Bahkan, juga sebagai poros Kecamatan Ngasem ke Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Panjang jembatan yang rusak kurang lebih 12 x 3,5 meter tersebut pada tahun lalu pernah mendapat bantuan papan dari PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor proyek J-TB untuk perbaikan. Namun kini sudah kembali mengalami kerusakan.
“Mudah-mudahan pemkab segera membangunnya. Agar arus lalulintas lancar dan perekonomian warga juga lancar,” harap pria yang setiap harinya bekerja sebagai petani ini.(sam)Â