SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban- Petani di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tersenyum ceria karena sawahnya bisa teraliri air dari Central Processing Area (CPA) Pad A Mudi yang dikelola Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Sukowati Field. Dengan bantuan tersebut, petani di sekitar operasi Migas dapat tanam padi kembali.
“Alhamdulillah sebagian petani Rahayu bisa tanam padi berkat bantuan air Pertamina,” ujar Ketua Gapoktan Rahayu, Sutikno, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (25/9/2018).
Pria yang juga menjadi aparatur Desa Rahayu, bersyukur Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola Lapangan Mudi enak diajak komunikasi. Selepas proposal dikirim, tim Pertamina EP langsung survei ke lokasi sawah yang kekeringan.
Dalam waktu 10 hari terakhir, 18 hektare sawah yang semula gersang kini kembali hijau. Petani mengucapkan beribu terimakasih, dan semoga operasi di Mudi lancar dan memberi manfaat masyarakat sekitar.
Pria berkacamata ini menambahkan, di Rahayu sebenarnya sudah ada dua sumur bor yang dikelola Pemdes. Karena kemarau, debit air sumur tidak mencukupi, dan akhirnya minta bantuan dari anak perusahaan Pertamina itu.
“Dua sumur bor hanya bisa mengairi 25 hektare sawah di Rahayu,” jelas pria ramah ini.
Terpisah, Legal and Relations Pertamina EP Asset 4, Angga Aria, membenarkan jika manajemen telah menerima proposal permintaan bantuan dari Pemdes Rahayu. Tak lama kemudian, usulan tersebut direspon dan terealisasi setelah tim melakukan survei.
“Kita senang bisa berbagi dengan petani Rahayu,” sambung pria ramah ini.
Angga biasa disapa menjelaskan, jika air tersebut berasal dari dalam CPA. Setelah dilakukan penghitungan matang, air dialirkan melewati pagar kemudian langsung masuk ke sawah petani.
Sebagai pengelola baru, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field berkomitmen menjaga hubungan baik dengan warga sekitar. Program sosial apa yang dibutuhkan warga, kalau rasional pasti perusahaan mencukupinya.
“Kami terbuka, transparan, dan mengedepankan komunikasi bila ada hal yang perlu didiskusikan,” pungkasnya. (Aim)