SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga saat ini belum bisa menikmati air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Padahal proyek air minum yang menelan dana Rp135 miliar tersebut dikerjakan oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2015 silam.Â
Menyikapi proyek yang masih dilakukan perbaikan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, untuk segera mengambil langkah strategis.
“Karena sampai saat ini proyek yang dikerjakan Pemerintah Pusat itu belum ada manfaatnya bagi masyarakat Blora,” kata anggota komisi B DPRD Blora, Dony Kurniawan, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (29/9/2018).
Mengingat Blora masih dilanda kemarau panjang. Sehingga sudah sepatutnya jika Pemkab Blora melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan pihak rekanan pelaksana proyek. Di antaranya mengapa proyek SPAM tersebut tidak kunjung selesai masalahnya apa dan lain sebagainya
“Jadi dengan cara itu akan bisa ditemukan solusinya agar segera selesai pengerjaannya dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar pria ramah ini.
Terpisah, Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora, Yan Ria Pramono, menyatakan, bahwa belum lama ini telah dilakukan uji coba pengaliran di wilayah Kecamatan Cepu tanpa melalui fasilitas prasedimentasi.
Untuk diketahui, banguanan tersebut sempat ambrol pada awal Juli lalu. Sehingga, dilakukan perbaikan dengan menghancurkannya untuk dibangun kembali unit prasedimentasi.
“Sudah uji coba dan berhasil,” ujar Yan sapaan akrabnya melalui pesan WhatsAppnya. Namun, dirinya tidak menyebutkan kapan dilakukan uji coba tersebut.
Sementara Bupati Blora, Djoko Nugroho, memastikan, jika proyek senila Rp135 miliar itu bisa diselesaikan akhir tahun 2018.
“Jadi nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Blora,” jelasnya.
Dari pantauan, tampak dari luar unit tersebut sudah dibersihkan. Namun sekitar lakokasi masih ditutup terpal.(ams)Â