SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Tak kurang dari 85 pelajar Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban mengikuti kuliah multikultural di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kegiatan keempat kalinya yang digelar dua tahun sekali ini, bermaksud sharing pengetahuan lintas agama dan keyakinan sekaligus mempererat hubungan kedua pihak.
“Kuliah muktikultural ini dalam rangka Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS),” ujar Kepsek MA Ash Shomadiyah, Riza Shalihudin Habibi, kepada suarabanyuurip.com, disela kuliah, Senin (1/10/2018).
Gus Riza biasa disapa menjelaskan, selama ini hubungan Ponpes Ash Shomadiyah dan Klenteng berlangsung sangat baik. Saat dirinya masuk Tuban 2003, kedua belah pihak telah bersinergi menyuport berbagai kegiatan.
Memang sudah seyogyanya, di bawah sang saka Merah Putih kita semua sama. Bukti keharmonisan kedua pihak, dari 10 kerjasama yang diajukan hanya satu yang ditolak. Setiap tahun pihak Ponpes juga diundang dalam acara santunan yatim, sekaligus memimpin doa.
“Yang salah bukan tempat ibadah, tapi orangnya atau subjeknya,” terangnya.
Lebih dari itu, pihaknya juga memberi kesempatan kepada semua santrinya untuk menanyakan pernak-pernik Klenteng. Kita semua disini sama tujuannya, menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hidup di Indonesia wajib bertuhan sebagaimana sila kesatu, kalau komunis harus di tolak.
Melalui kuliah lintas keyakinan ini, Gus Riza mengajak generasi milenial untuk menambah pengetahuan dan memperteguh keyakinannya. Kedepan mereka harus menjaga Bineka Tunggal Ika yang merupakan warisan Bung Karno.
“Seyogyanya lembaga pendidikan harus mengenalkan kepada anak didiknya soal Kebinekaan yang saat ini sedang diuji,” tambahnya.
Salah satu pelajar sekaligus santri, Nurul Munawaroh, merasa senang karena sepekan kemarin telah dilatih LBB oleh koramil. Pada hari ini berkesempatan berdialog dengan perwakilan pengurus TITD Klenteng yang mengahadap ke Laut Utara Jawa.
“Tadi saya tertarik dengan sejarah dibangunnya Klenteng yang semula direncanakan di Surabaya, tapi dipindah di Tuban,” sambungnya.
Sementara, Wakil Ketua TITD KSB Tuban, Liu Pramono, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pengurus Ponpes Ash Shomadiyah, karena berniat menguatkan ikatan silatirahim. Selama ini Klenteng KSB, juga sering mendapat kunjungan dari pelajar maupun mahasiswa yang ingin menimba ilmu.
“Sering jadi tempat rujukan belajar salah satunya mahasiswa dari IAIN Surabaya,” tandasnya.
Selepas diskusi di aula, puluhan pelajar didampingi guru dan pengurus klenteng langsung berkeliling di tempat ibadah tuga umat beragama itu. Tak jarang pula, diselingi dialog seputar asal usul dan nama patung dewa yang menjadi sesembahan umatnya. (Aim)