SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya kini mulai dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan dilewati jalur kereta api berupa “fly over”.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muhayana, menyampaikan, sebelum dibuat dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk pembangunan jalur kereta api semi cepat ini, dilakukan konsultasi publik terlebih dahulu.
“Konsultasi publik dilakukan sesuai Permen LH No tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat mengenai Amdal,” kata wanita berhijab ini, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (03/10/2018).
Pada rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh pemrakarsa yakni Kementrian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia bersama Pemkab Bojonegoro bulan lalu di Hotel Bonero menyebutkan, ada 69 desa di 12 Kecamatan akan dibangun Fly Over untuk jalur Kereta Api cepat.
“Dari 12 kecamatan itu antara lain Kecamatan Kepohbaru, Baureno, Sumberrejo, Kanor, Balen, Kapas, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Purwosari, dan Padangan,” ungkap Bu Ana, sapaan akrabnya.
Dari hasil konsultasi publik yang dilakukan, ada beberapa hal menjadi perhatian bagi pemrakarsa. Diantaranya, pemberian program corporate social responsibility (CSR) pada warga yang terdampak serta pembebasan lahan jangan sampai merugikan masyarakat.
“Banyak sekali usulan yang masuk, dan masih dipertimbangkan,” tandasnya.
Untuk diketahui, proyek semi cepat Jakarta-Surabaya ini jadi salah satu pembahasan Presiden Joko Widodo dan mantan Perdana Menteri Jepang yang juga Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia, Yasuo Fukuda di Istana Merdeka pada akhir 2017 lalu.
Proyek pembangunan Kereta Api Semi cepat Jakarta-Surabaya dipastikan menggunakan rel layang atau elevated dengan penghitungan awal total investasi adalah Rp80 triliun.(rien)