Poros Kecamatan Ngasem-Ngambon Parah

Jalan poros Ngasem-Ngambon rusak

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Meski pendapatan meningkat tajam karena memiliki ladang Minyak dan Gas Bumi (Migas), namun hingga saat ini pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih jauh dari kata maksimal.

Pasalnya, masih terdapat sebagian jalan poros kecamatan yang ditemukan rusak parah dan butuh segera mendapat perhatian. Diantaranya poros Kecamatan Ngasem-Ngambon.

Jalan sepanjang kurang lebih sembilan kilo meter tersebut sebagian badan jalan sepanjang mulai perempatan Ngasem ke arah selatan menuju Ngambon penuh dengan lubang maut.

Seorang warga Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Moch Lahir, menilai, keberhasilan pemerintah pusat ternyata belum bisa di ikuti oleh pemerintahan daerah. Salah satunya Kabupaten Bojonegoro.

“Salah satu buktinya jalan poros antara Ngasem-Ngambon rusak parah disepanjang badan jalan hancur dan berlubang sehingga sangat membahayakan bagi penggunanya. Belum lagi berdebu yang mudah sekali micu penyakit,” kata Lahir, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (08/10/2018).

Padahal Bojonegoro memiliki sumber Migas yang luar biasa. Seperti ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu, lapangan Sukowati, Blok Tuban, sumur tua, lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang saat ini sudah dikerjakan pembangunannya.

Baca Juga :   ‎“Ayo Dolan Kedewan”: Dari Sumur Minyak hingga Pedas Gurih Ayam Kampung

Keberadaan sumber daya alam berupa migas ini tentunya mampu mendongkrak pendapatan yang signifikan bagi Pemkab Bojonegoro selain dari sektor lainnya. Utamanya pendapatan dari bagi hasil lapangan minyak Banyuurip yang bersentra di Kecamatan Gayam.

Jadi sudah selayaknya jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera melakukan pembangunan jalan poros kecamatan yang kini sedang bobrok.

“Saya berharap, di bawah kepemimpinan yang baru yaitu Bu Anna Muawanah dan Budi Irawanto ini sebelum musim hujan tiba bisa segera mungkin diperbaiki, agar tidak semakin membahayakan bagi pengguna,” tandas mantan Sekretaris PDI-P Bojonegoro periode 1999-2004 ini.

Seirama diungkapkan pengguna jalan, Suradi. Warga Desa Butoh ini sangat mendukung jika poros Kecamatan Ngasem-Ngambon tersebut segera dilakukan pembangunan. Baik dengan pembangunan di cor maupun aspal hotmix. Sebab dengan jalan yang baik tentunya tidak hanya kelancarkan arus lalulintas saja tapi perekonomian masyarakat musti juga meningkat.

“Kalau pembangunannya cuman ditambal sulam saja percuma karena cepat rusak. Jadi lebih baik dibangun aspal total atau cor melanjutkan pembangunan jalan cor yang sudah ada,” pungkasnya.(sam)

Baca Juga :   Kodam V/Brawijaya Targetkan Renovasi 8.725 Unit RTLH

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *