Usulkan Pengelolaan Sumur Tua Dibagi Sama BUMD dan KUD

Komisi VII Ridwan Hisjam kunjungi sumur tua

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro -  Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ridwan Hisjam, mengatakan, kawasan wisata Geoheritage Wonocolo atau sumur minyak tua yang dikelola secara tradisional ini memiliki potensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional.

Hal itu disampaikan bersama SKK Migas, Ditjen Migas,  Pertamina EP Asset 4, dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat mengunjungi kawasan wisata Geoheritage Teksas Wonocolo, Sabtu (6/10/2016) lalu.

Penambahan lifting migas tersebut dengan catatan, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bisa mengelola dengan baik dengan bekerja sama atau melibatkan partisipasi dengan masyarakat setempat sebagai penambang.

“Pertamina EP dan SKK Migas sebaiknya mengutamakan konsep pengelolaan sumur tua melibatkan masyarakat melalui KUD atau BUMD,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com melalui pers rilisnya, Senin (8/10/2018).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD.

Baca Juga :   KPU Tuban Akan Libatkan 400 Pelipat Suara

“Saya  mengusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD,” tandasnya.

Pemerintah dalam hal ini Pertamina EP & Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) harus memberi pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kekayaan alam ini milik negara dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan dengan adanya pembagian pengelolaan sumur tua antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Koperasi Unit Desa (KUD) ini salah satunya untuk menghilangkan ilegal driling, dan mampu mendorong peningkatan jumlah lifting minyak.

Hasil diskusi yang dilakukannya, bersama dengan KUD, saat ini jumlah lifting minyak yang diproduksi juga mengalami peningkatan dari 100 barel perhari menjadi 400 barel perhari.

Salah seorang perwakilan KUD Sumber Pangan yang juga mengelola Sumur Tua Wonocolo, Aan Rohayanto mengatakan, dalam pengelolaan sumur tua, selaku operator, Pertamina EP Asset 4 sudah banyak membantu. KUD Sumber Pangan itu kini mengelola lima sumur tradisional.

 “Pertamina sudah banyak membantu soal legalitas maupun penanganan aspek sosial,” lanjutnya.

Baca Juga :   Lifting Migas 2026 Ditarget Capai 610 Ribu Bph, Naik Tipis Dibanding 2025

Hanya saat ini kami perlu bersinergi dengan BUMD dan membutuhkan kesamaan visi dan jiwa besar untuk kekompakan dan kebaikan masyarakat lokal khususnya di Wonocolo.

Asset 4 General Manager, Agus Amperianto, mengungkapkan, bahwa Geoheritage Teksas Wonocolo merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakatnya.

“Kerjasama dan komunikasi terus kami jalin, ke depannya, kami berharap upaya peningkatan produksi harus sejalan dengan kesadaran dalam pengelolaan lingkungan,” ungkap pria ramah ini.

Agus mencontohkan, bahwa pengelolaan air asin harus zero discharge dengan cara dikumpulkan,treatment, injeksikan kembali ke reservoir, dan jangan langsung dibuang ke sungai.

“Tujuannya adalah agar lingkungan kita tetap terjaga.,” pungkas pria ganteng ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *