SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Keberadaan salah satu organinasasi masyarakat (Ormas) terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), dipercaya mampu menjadi penyejuk menjelang pesta demokrasi 2019 mendatang. Terutama di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.Â
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, dalam pembukaan Konferensi Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Blora I di MI Syalafiah Maarif Bakal, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora Kota, meminta agar NU bisa mengambil peran dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Blora. Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan mental spiritual masyarakat serta pendidikan agama.
NU harus bisa memberikan manfaat kepada umat. Terus tingkatkan kegiatan rutin mingguan dan bulanan di tingkat ranting seperti hanya pengajian selapanan, majelis dzikir, sholawatan dan sebagainya.
“Kami percaya NU bisa menciptakan kerukunan dan kesejukan di Blora jelang Pesta Demokrasi 2019,†kata Arief Rohman, Minggu (14/19/2018).
Dengan adanya kegiatan rutin yang dilaksanakan di tingkat ranting atau desa, pihaknya berharap NU bisa membangun kondusivitas masyarakat bawah di tengah kuatnya isu politik dan maraknya berita hoax yang bisa menimbulkan perpecahan.
“Bersama NU, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pasti akan tetap utuh dan bersatu. NU harus bisa terus ikut mengawal keutuhan NKRI,†terangnya.
Ketua MWC NU Blora I, Nur Rohim menyampaikan, tujuan dilaksanakannya konferensi kali ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja pengurus MWC NU masa khidmat 2013-2018 dan menyusun rencana kerja lima tahun kedepan yang akan dijalankan oleh kepengurusan berikutnya.
Usai pembukaan konferensi ini nanti akan dilanjutkan dengan evaluasi, penyusunan program kegiatan atau program kerja dan pemilihan pengurus baru.
“Semoga MWC NU Blora I bisa memberikan kiprah yang lebih besar ntuk kemaslahatan umat,†tandasnya. (ams)