SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Dialog interaktif ‘Sapa Bupati’ yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai bentuk komunikasi dua arah antara pejabat dan masyarakat benar-benar terbukti mampu memberikan ruang bagi warga masyarakat untuk menyampaikan keluhan. Seperti dilakukan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Dika Martania misalnya.
Dalam dialog interaktif ‘Sapa Bupati’ kedua yang digelar di Pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro, Senin (26/05/2025), Dika Martania menyampaikan keluhannya kepada Bupati Setyo Wahono terkait aktivitas pengolahan tembakau oleh PT Sata Tec Indonesia yang dirasa mencemari udara sekitar, dan mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswa karena bau tembakau yang sangat menyengat.
“Padahal saat hearing bersama DPRD Bojonegoro, diketahui izin perusahaan itu adalah untuk gudang. Namun realisasinya digunakan untuk mengolah tembakau,” katanya di hadapan Bupati Setyo Wahono dan terkait lainnya.
Dia menyampaikan, bahwa para guru baik dari PAUD hingga SD sekitar operasi PT Sata Tec sudah melakukan langkah-langkah, baik di tingkat desa, kecamatan, perusahaan hingga hearing dengan DPRD Bojonegoro. Usai hearing perusahaan langsung disegel oleh Satpol PP. Meski begitu perusahaan tetap beroperasi seperti biasa.
“Senin kemarin bau sangat menyengat sekali, kami kebingungan harus kemana untuk mengadu kalau bukan ke Pak Bupati Bojonegoro. Saya minta solusi ke Pak Bupati untuk mengkaji ulang,” jelasnya.
Menanggapi keluhan Guru PAUD tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan, Pemkab Bojonegoro akan menindaklanjuti terkait aktivitas pengolahan tembakau PT Sata Tec.
“Kami akan segera melakukan pengecekan kembali, dan tadi sudah memerintahkan Satpol PP untuk menindaklanjuti hal tersebut,” tegas Mas Wahono demikian Bupati Setyo Wahono karib disapa.(jk)





