Sediakan 1.041 Lowongan untuk 22.198 Pencari Kerja

Buka bursa kerja tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan Naker) di tahun 2018 membuka bursa kerja melibatkan 43 perusahaan non-migas dengan 1.041 lowongan. Kesempatan ini diberikan bagi pencari pekerjaan atau pengangguran di Bumi Wali sebanyak 22.198 orang.

“Bursa kerja ini rutin diadakan tiap tahunnya,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada Suarabanyuurip.com, selepas membuka acara di Gedung Budaya Loka Jalan Basuki Rahmat Tuban, Selasa (16/10/2018).

Politisi asal Kecamatan Rengel ini, menyampaikan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban, Tahun 2017 angka pengangguran di Kabupaten Tuban mencapai 22.198 orang atau sekira 3,39 persen. Dari jumlah tersebut, tingkat pencari kerja terbanyak berlatarbelakang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu sebesar 3.403 orang.

“Sementara tingkat pendidikan sarjana sebanyak 2.257 orang,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab berkoordinasi dengan perusahaan di kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini untuk mengetahui kebutuhan perusahaan besar. Melalui cara itu dapat dipersiapkan lulusan SMA/SMK yang memumpuni di bidang yang dibutuhkan.

Baca Juga :   Petani Pasang Papan di Lahan KIT

Teknisnya dengan cara mencocokkan jurusan yang dibutuhkan dengan mata pelajaran di sekolah. Sehingga ada link and match antara dunia pendidikan dengan penyedia lapangan pekerjaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PTSP dan Naker, Tajudin Tebyo, menjelaskan, pada Bursa Kerja tahun ini membuka sebanyak 1.041 lowongan pekerjaan dari 43 perusahaan. Dengan rincian 37 perusahaan lokal menyerap 885 pekerja dan 6 perusahaan dari provinsi menyerap 156 pekerja.

“Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Kesempatan dan Perluasan Kerja Di Kabupaten Tuban”. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkeadilan,” sambungnya.

Di penghujung tahun 2017, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Tuban, di bawah Kepemimpinan Bupati Huda dan Wakilnya Noor Nahar masih diangka 3,03%. Problem pengangguran tersebut, masih melebihi batas limit ideal di setiap negara yang dibuat oleh organisasi buruh dunia, Internasional Labour Organization (ILO) sebanyak 3%.

Data yang dimiliki Tajuddin, pengangguran terbuka 3,03 % atau 18.296 orang tersebut dari 603.039 jiwa angkatan kerja. Selama tiga tahun terakhir, Pemkab juga mencatat berhasil menempatkan kerja bagi pemilik kartu kuning.

Pada akhir 2015 dari 4.971 pencari kerja terdaftar, 3.578 orang mendapatkan pekerjaan. Tahun 2016 dari 5.151 pencari kerja, 3.879 bekerja. Begitu pula di tahun 2017, dari 6.573 pencari kerja, 5.021 mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :   Peringati HUT ke 17, Ademos Gelar Halal Bihalal Bersama Mensesneg RI

Di tinjau dari pendidikannya, tingkat pengangguran tertinggi masih dipegang lulusan SMA. Sampai akhir 2017 jumlahnya mencapai 3.403 orang. Disusul Sarjana jumlahnya 2.257 orang, kemudian Diploma 1 216 orang, dan sisanya SD, SMP, dan pasca sarjana.

Di lain sisi, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas Bumi Wali mencapai 897.601 jiwa. Sedangkan kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan yang tersedia hanya 603.039.

Indikasi penduduk usia kerja menganggur diukur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT ini merupakan presentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.

Sementara, salah satu pencari kerja Rofiul, asal Kecamatan Tuban, berharap dengan bekal ijazah S1 pendidikan bisa diterima disalah satu perusahaan. Lulusan tahun 2014 ini sudah lama melamar pekerjaan di beberapa tempat, tapi belum ada yang berjodoh.

“Semoga lolos, Mas. Supaya bisa membahagiakan orang tua,” pungkas pria yang masih lajang ini.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *