SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro - Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia, mengundang ratusan pelajar tingkat SMA/MA/SMA sederajat dalam Kuliah Umum dengan tema “Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0” di Pendopo Malowopati kompleks perkantoran Pemkab Bojonegoro, Jumat (19/10/2018) kemarin.Â
Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas), pengusaha, serta Anggota DPRD Provinsi ini, digelar dengan tujuan memberikan informasi pada generasi muda jika ada peluang dan tantangan setelah mereka lulus sekolah nanti.
“Karena, jika dilihat dari segmen di industri sekarang ini, tantangannya sangat berat. Di Bojonegoro, industri yang menyerap tenaga kerja hanya ada di perusahaan rokok saja,” kata Direktur IDFoZ Bojonegoro, Joko Hadi Purnomo.
Untuk mendukung semua itu, sebelumnya IDFoS telah melakukan riset yang menghasilkan beberapa isu strategis dan alternatif kebijakan.
Di antaranya, adanya peraturan kerja layak di Bojonegoro dan Peraturan mengenai pengelolaan database tenaga kerja berbasis TI, membuat peraturan tentang road map atau rencana strategis pelatihan ketenagakerhaan dan wirausaha yang berkelanjutan.
“Membentuk badan vodkasi daerah, optimalisasi Balai Latihan Kerja di Bojonegoro serta peningkatan prioritas anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung tumbuhnya investasi,” imbuhnya.
Menurut Joko, sapaan akrabnya, Pemkab Bojonegoro harus memiliki arah kebijakan terkait dengan kerja layak dan upaya peningkatan kualitas angkatan kerja dan melakukan perluasan lapangan kerja.
“Dari data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro menyebut, tahun 2017 angka partisipasi kerja sebesar 70,36 persen sedangkan angka penganguran terbuka sebesar 22.861 jiwa.
Fakta dilapangan, terdapat surplus lowongan pekerjaan dengan persentase sebesar 164,65 persen. Kompetensi SDM lah yang menyebabkan lowongan tersebut tidak terserap.
“Sebagian besar, angkatan kerja usia 15-sa0 tahun terserap yang notabene merupakan unskill salah satunya adalah sebagai buruh,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, mendukung hasil riset yang dilakukan oleh IDFoS tersebut. Karena diakui, jumlah pengangguran di Bojonegoro setiap tahun mengalami peningkatan.
“Tahun ini saja, jumlahnya sudah 25.000 lebih,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Pemkab akan meningkatkan lagi program pelatihan kerja yang ada di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dengan menambah atau merubah jenis pelatihan sesuai rekomendasi IDFoS.
“Meskipun ada perusahaan migas dan non migas di Bojonegoro, tapi saya kira tidak bisa hanya mengandalkan mereka,” pungkasnya.(rien)Â