Kapolres Tuban Himbau Santri Pilih Pemimpin yang Amanah

Kapolres Himbau Santri Pilih Pimpin Amanah

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron 

Tuban- Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur, turut serta memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dengan cara apel mengenakan peci. Di sela – sela perayaan tersebut, Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono juga menghimbau menjelang pesta demokrasi 2019, semua santri Bumi Wali bisa memilih pemimpin yang amanah.

“Pilihlah pemimpin yang amanah. Polisi netral, dan pilihan santri diharapkan bisa membawa Indonesia yang lebih baik lagi,” ujar AKBP Nanang Haryono, kepada suarabanyuurip.com, selepas apel bersama seluruh PJU dan anggota Polres Tuban, Senin (22/10/2018).

Kapolres kelahiran Bojonegoro ini, mengajak semua elemen masyarakat untuk memperingati HSN. Sudah tiga tahun terakhir hari santri dirayakan secara nasional, setelah terbitnya Keppres Nomor 22 tahun 2015 yang diteken Presiden Joko Widodo. 

Perlu kita semua ingat, negara kita sangat menghargai kyai dan santri. Oleh karena itu, hormatilah ulama, orang tua, dan santri di Tuban karena ikut merebut, memperjuangkan, dan mengawal kemerdekaan RI.  

“Polres Tuban senantiasa memegang amanah kalimatul haq, dimana berani berkata iya meski yang lain tidak, dan berkata tidak sekalipun yang lain mengucapkan iya,” tegasnya. 

Baca Juga :   Bawaslu Blora Tertibkan Ratusan APK

Pada tahun 2018 Kemenag mengusung tema besar yaitu, “Bersama Santri Damailah Negeri”. Isu perdamaian diangkat,  karena dinilai aktual,  faktual,  serta erat kaitannya dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. 

Sebagai bangsa yang multikultural, Indonesia dihadapkan pada dua hal yang bersamaan, yakni adanya keuntungan dan sekaligus ancaman. Kondisi multikultura bisa menguntungkan lantaran menunjukan kekayaan dan keragaman sumber daya manusia yang dimiliki. Namun, keragaman dapat pula mengancam jalannya proses kehidupan bernegara. 

“Seperti halnya Konflik akibat hoaks dan ujaran kebencian yang saat ini sedang bergejolak di mana-mana, baik itu di dunia nyata maupun dunia maya,” paparnya. 

Apabila situasi demikian terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa runtuh dan terpecah belah. Sehingga suara-suara damai dari berbagai kalangan sangat perlu divokalkan kembali untuk membendung para kelompok yang tidak menginginkan kerukunan dan perdamaian di negeri ini. 

Pada saat itu (tahun 2006) Guru Bangsa / Guru Besar pesantren KH. Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) pernah mengajarkan bahwa untuk mewujudkan cita-cita perdamaian, sedikitnya perlu ada empat komitmen, yaitu, membangun etika global dan pemerintahan yang baik, adanya perundingan sebagai penyelesaian terbaik, memasukkan moralitas dengan pendekatan spiritual yang holistik, dan memahami bahwa pertentangan bukanlah permusuhan.

Baca Juga :   Bahas Rencana Cabut Perda Desa, PKDI Minta Tak Rugikan Keuangan Desa

“Dalam kondisi ini, kami Polri akan terus mendukung para santri untuk menjadi pionir perdamaian masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *