SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora –  Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) mampu mengatrol jumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Blora, Jawa Tengah, Cabang Cepu.
Proyek ini beberapa waktu lalu telah dilakukan uji coba pengaliran air Bengawan Solo melalui SPAM, dan hasilnya memuaskan. Uji coba dilakukan dengan mengalirkan air ke pelanggan yang berada di wilayah dataran tinggi sekitar Cepu, seperti di Menggung, RSS, Perumahan Mutiara Cepu, Cepu Asri dan Cepu Regency.
Kepala PDAM Cabang Cepu, Muhammad Ali, menelaskan, tahun 2018 ini PDAM Blora menargetkan 350 sambungan rumah (SR). Dari terget tersebut, telah teralisasi 205 sambungan rumah.
“Dengan uji coba SPAM, kami bisa menambah jumlah pelanggan. Mudah-mudahan sampai akhir tahun targetnya bisa dipenuhi,” ujar Ali, sapaan akrabnya kepada suarabanyuurip.com Senin (22/10/2018).
Menurutnya, belakangan ini setiap hari bisa dipastikan terdapat pelanggan baru untuk mengajukan pemasangan sambungan.
“Setiap hari ada 7 sampai 10 pelanggan yang terpasang. Ini bentuk tanggung jawab kami. Semoga sampai akhir tahun ini targetnya bisa terpenuhi. Sehingga tahun depan bisa menambah target yang lebih besar lagi,” jelasnya.Â
Sekalipun Oktober ini terjadi titik terendah debit air Bengawab Solo, menurut Ali, Â tidak berpengaruh terhadap pasokan air kepada pelanggan.Â
“Semoga setelah bulan Oktober segera turun hujan sehingga tidak sampai kekurangan air,” harapnya.
Sekarang ini sudah ada empat pegawai baru bagian produksi yang bekerja di SPAM sejak 27 September lalu. Dalam waktu satu minggu kedepan, dijadwalkan pencucian pipa saluran air dari Cepu sampai Sambong.
“Airnya akan dibuang di Kalimodang. Kalau sudah jernih, dari Sambong akan dialirkan ke Jiken,” paparnya.
Untuk diketahui, proyek SPAM mulai dikerjakan pada tahun 2015 lalu  oleh PT Hutama Karya (HK) dengan anggaran Rp135 miliar dari APBN. SPAM ini dimanfaatkan untuk mengolah air dari Bengawan Solo yang kemudian dialirkan hingga Blora.Â
Namun hingga menjelang akhir tahun 2018Â ini belum bisa dioperasikan. Bahkan pada saat dilakukan uji coba tanggal 2 Juli 2018 lalu salah satu bangunan mengalami ambrol.(ams)