Kuliah Umum Hulu Migas di Kampus Unigoro

Kuliah Umum Hulu Migas di Kampus Unigoro

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) ExxonMobil Cepu Limited dan Pertamina EP menggelar kuliah umum tentang industri hulu migas kepada 150 mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro), Selasa (23/10/2018). 

Kepala Bagian Humas SKK Migas Perwakilan Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), Doni Arianto, menyampaikan, acara ini bertujuan agar mahasiswa di Bojonegoro memahami industru hulu migas. 

“Serta seberapa besar kontribusinya kepada negara,” kata Doni kepada Suarabanyuurip.com usai acara. 

Selain itu, mahasiswa diberi penjelasan terkait kendala-kendala yang dihadapi dan bagaimana solusi terhadap industri padat teknologi, biaya dan resiko ini. Terlebih di Bojonegoro terdapat sejumlah lapangan migas diantaranya Lapangan Banyuurip, Kedungkeris, Blok Cepu, Lapangan Gas -Jambaran Tiung Biru, Lapangan Sukowati, Blok Tuban, dan Sumur Tua. 

Dengan adanya pemahaman terhadap industri migas, diharapkan para mahasiswa tidak mudah dipengaruhi oleh oknum-oknum yang memberikan informasi tidak benar. 

“Jangan sampai, mahasiswa ini terhasut dengan informasi yang tidak benar. Karena, dengan adanya migas di Bojonegoro sudah berkontribusi melalui dana bagi hasil migas, program corporate sosial responbility,   Jadi, kita membantu pembangunan daerah,” tutur pria berkacamata minus ini. 

Baca Juga :   Harga Lahan Calon TKD Capai Rp575.000

Terpisah, Rektor Unigoro, Slamet Kiswantoro, mengapresiasi kuliah umum yang diberikan SKK Migas meski waktunya terbatas.

“Kami berharap, mahasiswa Unigoro bisa memahami seluk beluk industri migas,” ujarnya. 

Adanya Lapangan Migas di Bojonegoro sekarang ini, harus benar-benar dipahami dan dimengerti oleh generasi emas yang kini tengah menuntut ilmu untuk mendapatkan gelar Sarjana. 

“Semoga, apa yang telah diajarkan bisa dipahami dan dimengerti,” kata Slamet, sapaan akrabnya. 

Ragil (20), salah satu mahasiswa jurusan Ekonomi mengaku sangat antusias dengan adanya kuliah hulu migas tersebut. 

“Karena, rumah saya berdekatan dengan sumur tua. Jadi, banyak sekali yang ingin saya ketahui tentang penambangan tradisional di Wonocolo,” tandasnya. 

Dengan adanya kuliah umum yang diberikan, pemuda kalem ini mengerti bagaimana sumur tua dikelola selama ini. Mulai dari produksi hingga pengelolaan minyak mentah melalui KUD dan BUMD.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *