SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Industri minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia, termasuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), mengalami banyak kendala. Selain terjadinya penurunan produksi secara alamiah, juga terdapat hal yang sangat krusial lainnya yaitu masalah perizinan.
Tidak kurang dari 300 dokumen perizinan yang harus disiapkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) saat melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia.
“Hal itulah yang membuat pemerintah harus mengencangkan investasi di Indonesia,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Doni Ariyanto, saat memberi sambutan pada acara Hulu Migas Goes To Campus, Selasa (23/10/2018).
Selama ini, SKK Migas selalu melakukan komunikasi dan koordinasi pada berbagai pihak agar perizinan ini dipangkas dan birokrasi dapat diperpendek, agar iklim investasi bisa lebih menarik di mata investor.
“Melihat strategisnya peran Jawa Timur dalam produksi migas nasional dibutuhkan dukungan semua pihak,” tambahnya.
Dukungan ini sangat diperlukan, agar memberikan suntikan semangat dan menciptakan suasana investasi bagi operator minyak agar lebih giat guna meningkatkan produksi.
“Tidak terkecuali pada kalangan akademisi, yang kami harapkan sumbangsih, dari sisi keilmuan, baik sektor ketekhnikan maupun sektor ekonomis, sosial, maupun hukum,” pungkasnya.(rien)Â