SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban- Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Satya Widya Yudha, bersama Direktur Utama (Dirut) Radio Republik Indonesia (RRI) M. Rohanudin, Ketua Dewan Pengawas RRI, Mistam, Direktur Program dan Produksi RRI Soleman Yusuf, di dampingi Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, dan Ketua DPRD Tuban, Miyadi meresmikan stasiun Relay RRI Surabaya untuk wilayah Tuban dan sekitarnya di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Tuban, dengan Frekuensi 99,2 FM.
Usai meresmikan dilanjutkan dengan dialog interaktif bertemakan media massa membangun karakter bangsa.Â
“Semoga kehadiran RRI bisa memberi warna kehidupan di Tuban Bumi Wali,” ujar Kepala RRI Surabaya, Retno Desi Swasri, dalam sambutannya, Rabu (24/10/2018).
Didirikannya RRI bukan hanya untuk blank spot area di Tuban dan Bojonegoro, melainkan juga untuk meningkatkan pelayanan informasi bidang pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat Bumi Wali.
“Ada beragam program yang bagus untuk mencerdaskan kehidupan generasi Tuban,” tegasnya.
Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, mengucapkan selamat dengan kehadiran RRI di wilayahnya. Atas nama pemkab dan masyarakat terimakasih karena RRI stasiun relaynya ada di Tuban.
Berdasarkan survei ternyata banyak juga pendengarnya. Hadirnya RRI pertama sebagai media informasi masyarakat Tuban dan sekitarnya. Seiring perkembangan media digital, banyak keakuratan beritanya diragukan. Diharapkan RRI bisa menangkal berita hoaks.Â
“Persoalan informasi dan berita bagaimana RRI bisa menyaringnya,” pinta politisi kelahiran Kecamatan Rengel.Â
Pemkab Tuban juga memiliki radio Pradya Suara yang beroperasi di Jalan Mastrip Tuban. Kedepan program keduanya harus diharmonisasi. Agar kedua radio itu tidak sama-sama menyiarkan hiburan dangdut.Â
“Saya minta Diskominfo dan Humas Protokol mengharmonisasi program Pradya Suara yang menyesuaikan dengan RRI. Jangan sampai berita atau program sama disiarkan yang sama,” tegas Wabup dua periode di Bumi Wali.Â
Sementara, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Satya Widya Yudha, menyatakan jika impiannya sudah terwujud dengan hadirnya RRI di Tuban. Semenjak di Komisi 1 DPR RI, pihaknya berpikir bagaimana Tuban dan Bojonegoro tidak terjadi blank spot.Â
“RRI didanai APBN jadi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” sambung politisi Partai Golkar itu.Â
RRI juga berperan besar selama musibah di Palu dan NTB. Di daerah yang tidak ada signal bisa dijangkau radio, sehingga ada pesan yang sampai di korban.Â
Menurut Yudha, sapaan akrabnya, radio memiliki dua tugas. Pertama memerangi hoaks, dan tak kalah pentingnya berperang dengab paham radikalisme. Selama ini paham radikalisme bisa sampai, kalau masyarakat tersebut melek teknologi.Â
Arahan Wabup Tuban maupun Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, langsung direspon oleh Dirut RRI, M. Rohanudin. Lembaga RRI tidak boleh membuat berita yang bisa membuat masyarakat gaduh. Sekalipun menyiarkan kampanye pesta demokrasi, juga harus damai.Â
“Kedepan pejabat dan Kadis Tuban harus bicara di RRI untuk menyapa rakyat. Supaya semakin cerdas dan sejahtera,” pungkasnya. (aim)