Dikabarkan Lampu Bui FSO Gagak Rimang Padam

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Sudah sepekan terakhir nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan matinya lampu bui di sekitar FSO Gagak Rimang di Utara Laut Tuban. Akibat padamnya lampu tersebut, rentan terjadi tabrakan kapal nelayan dengan bui.

“Sudah dua hari ini saya didatangi dan dikomplain nelayan,” ujar Ketua Rukun Nelayan (RN) Kingking, Kecamatan Tuban, Slamet Widodo, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (25/10/2018).

Leo sapaan akrabnya, menjelaskan, di tengah ada lampu Bui/tanda itu punya kapal pengeboran minyak. Ternyata lampunya mati/tidak nyala dan itu bisa berakibat fatal bagi nelayan yang berangkat mencari ikan.

Sepekan ini sering nelayan mau menabrak Bui itu, sebab lampunya mati. Perahu bisa pecah apabila menabrak Bui. Selaku ketua nelayan, pihaknya sering menjadi sasaran komplain nelayan setempat.

“Yang mati lampunya Bui punya/miliknya perusahaan Gagak Rimang,” terang pria berkulit sawo matang ini.

Adapun bui sekitar FSO Cinta Natimas milik Pertamina EP sering dicek sebulan sekali.

Ternyata setelah dicek olehnya lampunya nyala dengan baik. Dikarenakan sebagai Ketua RN, sering naik turun ke kapal baik FSO Gagak Rimang maupun Cinta Natomas.

Baca Juga :   Proses Tukar Guling Lahan Green Belt

Tempo hari lampu bui milik PLTU mati dan sempat anggota nelayannya menabrak sehingga patah sayap/sotange. Akhirnya nelayan tersebut kembali menepi dan gagal kerja.

“Semoga segera ada perbaikan untuk kebaikan bersama,” harap pria yang akrab disapa Leo.

Di konfirmasi terpisah, Juru Bicara dan Humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya, berterimakasih atas informasi dari nelayan Tuban. Kabar tersebut akan dikroscek ke lapangan terlebih dahulu.

“Kita akan cek dulu dan terimakasih informasinya,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *