EMCL: Setelah Dicek Lampu Bui Nyala Normal

Lampu bui FSO gagak rimang nyala normal

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Setelah mendapat kabar lampu satu bui sekitar FSO Gagak Rimang mati, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) langsung melalukan pengecekan pada Kamis (25/10) malam. Hasilnya dua lampu bui nyala normal, dan laporan nelayan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kurang pas.

“Untuk kedua buoys dalam keadaan menyala dan berfungsi normal,” ujar Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/10/2018).

Rexy sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam beroperasi, EMCL senantiasa mengutamakan keselamatan masyarakat, karyawan dan lingkungan sekitar. Pengecekan bui dilakukan setiap bulan, sekaligus pemantauan jalur pipa laut.

Di beritakan sebelumnya, Ketua Rukun Nelayan (RN) Kingking, Kecamatan Tuban, Slamet Widodo, menyebutkan jika ada satu bui dekat FSO Gagak Rimang yang mati dalam sepekan. Secara pribadi pada hari Selasa waktu mengantar document dari Polda ke kapal Petro Ocean Vlll (08), juga tidak ngelihat lampu Bui warna kuning yang di tepi Gagak Rimang menyala. 

“Karena lampu penanda mati, perahunya salah arah dari tujuan awal,” bebernya.

Baca Juga :   Cucuk: Belum Untung Kelola Sumur Tua

Leo biasa disapa, di tengah laut ada dua FSO yaitu Gagak Rimang dan Cinta Natomas. Lampu Bui warna kuning punya Pertamina EP tankernya Success Celenjer XXlll lampu Buinya ada di sebelah baratnya kapal Tanker. Sekaligus dijaga sama kapal Crew boat namanya MARVELIA O3.

Matinya lampu bui ini berakibat rentan terjadi tabrakan perahu. Diharapkan segera ada perhatian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Cepu, demi kebaikan semua pihak.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *