SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melakukan distribusi air bersih di dua desa di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang terdampak bencana kekeringan, pada Jumat (26/10/2018). Bantuan ini sebagai bentuk perhatian, dan kepedulian bencana yang dialami masyarakat di Bumi Wali.Â
“Ini bentuk kepekaan kita atas apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Syahbandar Tuban, Boby Mulya Kusuma, ketika ditemui suarabanyuurip.com di sela-sela droping air di Dusun Gempol RT 1/RW 12, Desa Genaharjo, Semanding.
Boby sapaan akrabnya, menjelaskan distribusi perdana ini menyasar dua titik yaitu, Desa Genaharjo, dan Sambongrejo, Kecamatan Semanding. Menggunakan tiga armada truk, UPP Brondong membagikan 30.000 liter atau 30 ton air secara gratis.Â
Penyaluran bantuan air ini sebelumnya juga sudah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Akhirnya ditunjukkan titik kritis yaitu di Kecamatan Semanding.Â
“Selama BPBD butuh bantuan lagi, kami siap menyuport,” terang pria ramah ini.Â
Salah seorang warga Genaharjo, Mujito (48), mengucapkan terimakasih kepada Kantor UPP Brondong yang peduli dengan kebutuhan warga yang pertama kali mengalami kekeringan di Bumi Wali. Di RT 1/RW 12 sudah dua pekan ini belum ada kiriman air bersih.Â
“Tadi awalnya mau ambil air di desa tetangga, tapi denger ada kiriman dari UPP Brondong ya saya tunggu,” sambungnya.Â
Senyum mengembang terlihat dari wajah masyarakat Gempol, ketika melihat satu truk tangki berhenti di salah satu rumah warga yang didepannya terpasang terpal tapungan air. Warga bergegas menyodorkan berbagai jenis tempat air duntuk mendapat jatah.
Mujito yang membawa dua jeriken dengan sigap, dan dalam hitungan menit sudah bisa membawa pulang air. Selain digunakan untuk mandi, memasak, dan mencuci, sumbangan air juga dibagi untuk kebutuhan minum ternak.Â
“Kalau tak ada dropping biasanya ambil air dari desa tetangga pakai motor rengkek,” papar pria berkulit sawo matang.Â
Salah satu faktor kenapa di RT 1/RW 12 kekeringan, karena tak ada sumur air. Di RT lainnya ada sumur, tapi disaat musim kemarau rasanya cenderung asin dan tak layak untuk minum.Â
“Sekali lagi terimakasih atas perhatian UPP Brondong kepada kami,” pungkasnya. (aim)