SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, bakal mengirimkan surat kepada K3S untuk minta data cost recovery. Salah satunya kepada operator Blok Cepu EMCL.
Karena selama ini Bapenda tidak pernah mendapatkan data cost recovery atau biaya operasi yang dikeluarkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang dapat diklaimkan negara.
Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetya Adi, mengungkapkan, besaran cost recovery di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sangat mempengaruhi dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas).
“Oleh karena itu, kami akan mengirim surat ke operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) meminta data cost recovery,” kata Anang kepada Suarabanyuurp.com beberapa waktu lalu.
Data yang diminta juga berkaitan dengan naiknya harga minyak mentah dunia sekarang ini yang menyentuh angka USD70 per barel. Kemungkinan, dengan kenaikan harga minyak mentah yang signifikan, mengubah besaran cost recovery tahun ini.
“Kalau bisa, kami ingin tahu isi dari work, plan and budget (WP and B) tiga tahun terakhir dan tahun 2019 mendatang,” lanjutnya.
Pria yang berdomisili di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro ini mengungkapkan, didalam Rancangan APBD tahun 2019, DBH Migas Bojonegoro diestimasikan mendapat Rp1,4 triliun.
“Jumlah itu masih bisa berubah sesuai keputusan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Terpisah, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, belum memberikan tanggapannya. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp sejak Jumat (26/10/2018) Hangga saat ini belum ada jawaban.(rien)