SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Panjangnya musim kemarau di tahun 2018 membuat 51 desa di 11 Kabupaten Tuban, Jawa Timur, krisis air bersih. Untuk meminta hujan turun, dua ratusan warga di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, menggelar salat Istisqa di Lapangan Awar-awar sekitar Kilang Minyak Trans Pasific Prtrochemical Indotama (TPPI) Tuban.
“Beberapa bulan terakhir sumur warga mulai mengering,” ujar Kepala Desa (Kades) Tasikharjo, Damuri, kepada suarabanyuurip.com, selepas menunaikan salat bersama warganya, Minggu (28/10/2018).
Kades ramah ini, menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari warganya mengandalkan sebuah sumur milik warga yang masih aman sumbernya. Supaya tidak berebut, warga juga membangun tandon air sehingga antre sesuai urutan.
Sementara, Imam Salat Istisqa, Ustad Hasyim, menambahkan, jemaah salat minta hujan ini didominasi anak-anak. Diharapkan dari anak yang belum memiliki dosa ini, hajat warga Desa Tasikharjo lekas terkabul.
“Selain berdoa bersama, salat ini sebagai edukasi kepada warga jika terjadi musim paceklik maka salatlah Istisqa,” sambungnya.
Adapun tata caranya tiga hari sebelum salat Istisqa dilaksanakan terlebih dahulu seorang pemimpin seperti ulama, aparat pemerintah atau lainnya menyerukan kepada masyarakat agar berpuasa. Sekaligus bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah, menghentikan perbuatan yang zalim, dan mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik.
Pada hari pelaksanaan, seluruh penduduk diperintahkan untuk berkumpul (bahkan membawa binatang ternak) di tempat yang telah dipersiapkan untuk salat istisqa (tanah lapang). Penduduk sebaiknya memakai pakaian yang sederhana, tidak berhias dan tidak pula memakai wewangian.
Salat istisqa dilaksanakan dalam dua rakaat kemudian setelah itu diikuti oleh khutbah dua kali oleh seorang khatib. Khutbah salat istisqa sendiri memiliki ciri/ketentuan tersendiri antara lain, Khatib disunahkan memakai selendang, pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar sembilan kali sedangkan pada khutbah kedua tujuh kali.
Khutbah berisi anjuran untuk beristighfar (memohon ampun) dan merendahkan diri kepada Allah serta berkeyakinan bahwa permintaan akan dikabulkan oleh-Nya. Pada khutbah ke-dua khatib berpaling ke arah kibkat (membelakangi makmum) dan berdo’a bersama-sama.
“Saat berdoa hendaknya mengangkat tangan tinggi-tinggi,” pungkasnya.(Aim)