SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Semarang-Â Lapangan Migas Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di akhir 2019 mendatang ditarget mampu menghasilkan minyak 10 ribu barel per hari (barrel oil per day/BOPD). Jumlah tersebut menambah catatan, salah satu daerah penyumbang produksi minyak terbesar di Indonesia adalah Jawa Timur.
 “Lapangan Kedung Keris nanti produksinya 10 ribu BOPD,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, menjelaskan  kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela Lokakarya media- Forum Komunikasi Kehumasan Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (FKK IHM) periode III 2018 yang diikuti 40 Pimred Media Jabanusa, Rabu (31/10/2018).
Pria ramah ini, menjelaskan sampai detik ini rata-rata produksi minyak nasional adalah 750 ribu Bph, dan 210 ribu Bph lebih diproduksi dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
Dengan beroperasinya Lapangan Kedung Keris, diharapkan mampu mengurangi impor minyak karena setelah tahun 2003 kebutuhan dan produksi minyak sudah timpang.
Adapun masa kejayaan Migas di Indonesia adalah kisaran tahun 1977 dengan jumlah produksi mencapai 1,7 juta BPH. Sejak tahun 2003 silam, sudah mengalami titik impas antara kebutuhan dengan konsumsi.Â
“Salah satu faktornya bertambahnya penduduk Indonesia yang sekarang lebih dari 250 juta jiwa,” bebernya.Â
Terpisah, Humas dan Juru Bicara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexi Mawardijaya, menambahkan untuk lebih memaksimalkan produksi minyaknya, ExxonMobil saat ini sedang melakukan pengembangan Lapangan Kedung Keris. Minyak dari lapangan tersebut diharapkan dapat mulai mengalir pada akhir tahun 2019.Â
“Produksi minyak di Kedung Keris diperkirakan mencapai 10 ribu BOPD, jadi bisa memperpanjang usia produksi minyak di Blok Cepu,” sambungnya.Â
Nantinya, minyak dari sumur di Lapangan Kedung Keris akan dialirkan melalui pipa yang terhubung ke pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility/CPF) di Lapangan Banyuurip.
Saat ini progress kontrak EPC Kedung Keris sudah ditanda tangani. Proses pengadaan tanah untuk jalur pipa Kedung Keris sudah selesai dan saat ini kontraktor EPC sedang melakukan persiapan di lapangan.
“Nantinya akan di tanamkan jalur pipa yang memiliki panjang kurang lebih 16 Kilometer. Investasi untuk pengembangan lapangan baru ini sekitar USD 100 juta,” pungkasnya. (aim) Â