SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mempercepat pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan target selesai pada akhir 2027 mendatang. Namun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro hingga kini belum mendapat informasi resmi mengenai perkembangan rencana pembangunan pabrik metanol tersebut.
Kendati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tetap mendukung dan siap menyukseskan rencana pemerintah pusat membangun pabrik metanol di Bojonegoro.
“Sejauh ini masih belum ada proses, dan belum menerima informasi resminya,” kata Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (16/03/2025) kemarin.
Dia mengatakan, Pemkab Bojonegoro saat ini juga belum menerima perkembangan terbaru mengenai pabrik metanol yang rencananya akan dibangun di wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem tersebut. Namun Pemkab tetap mendukung dan siap menyukseskan rencana pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro.
“Terkait Kementerian ESDM berencana mempercepat pembangunan selesai pada 2027 mendatang, sejauh ini juga belum ada informasi resmi yang masuk di Pemkab Bojonegoro,” ujarnya.
Sementara Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung sebelumnya menyampaikan, pembangunan pabrik metanol di Kabupaten Bojonegoro ditargetkan rampung pada akhir 2027. Proyek ini akan dipercepat untuk mendukung implementasi program biodiesel B50 pada tahun 2026, dan mengurangi ketergantungan impor metanol yang masih tinggi.
“Implementasi B50 tahun 2026, ketersediaan metanol dalam negeri kan relatif terbatas, jadi dari kebutuhan sekitar 2,3 juta (ton) kita produksi dalam negeri baru sekitar 300 ribu (ton),” ujarnya.
Sebagai informasi metanol adalah salah satu bahan penting yang digunakan dalam proses transesterifikasi pembuatan Fatty Acids Methyl Esters (FAME) yang merupakan bahan baku biodiesel. Indonesia telah berencana menerapkan B40 serta mempercepat B50, maka persentase metanol dalam campuran FAME juga akan semakin meningkat.
“Berarti 2 juta (metanol) masih impor, kita mendorong proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Bojonegoro itu. Jadi meski tetap ada substitusi impor, tapi bisa mengurangi,” pungkas Yuliot.(jk)




