SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali ImronÂ
Tuban-Â Pendistribusian paket perdana mesin Konverter Kit di wilayah Pertamina MOR V (Jatim-Bali-Nusa Tenggara) direncanakan sebanyak 6.740 paket. Untuk wilayah Jawa Timur sendiri mendapatkan pendistribusian sebanyak 3.738 paket.
Tahun 2017 sudah terealisasi pendistribusian sebanyak 566 paket perdana, dan di tahun ini ditargetkan selesai pendistribusian pada akhir bulan November 2018. Â
“Berdasarkan amanat Perpres 126 tahun 2015, bantuan ini sudah dilakukan tiga tahun berturut-turut,†ujar Direktur Pembangunan Infrastuktur Migas, Alimuddin Baso, kepadasuarabanyuurip.com, disela pembagian mesin Konverter Kit kepada 200 nelayan kecil di Tuban kawasan Mangrov Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Selasa (13/11/2018).Â
Alimuddin menjelaskan pembagian mesin konversi BBM ke BBG untuk di Kabupaten Tuban tahun 2016 sebanyak 330 unit, 2017 sebanyak 556 unit dan 2018 sebanyak 200 unit. Harapan bagi nelayan bisa bermanfaat untuk keluarga. Disamping itu, bagi negara bisa mengurangi penggunaan BBM Nasional.Â
“Tolong mesin ini jangan dijual karena barang negara. Mudah-mudahan ini berkah,†pintanya.
Pertamina ditugaskan oleh Kementerian ESDM sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 294 K/10/MEM/2018 tentang Penugasan Penyediaan, Pendistribusian, dan Pemasangan Paket Perdana Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil Tahun Anggaran 2018. Dalam hal ini, Pertamina berkomitmen untuk melaksanakan penugasan yang diberikan sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh tim Kementerian ESDM.
Sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0116.K/10/DJM.I/2018 bahwa terdapat beberapa kriteria penerima paket perdana Konverter Kit, antara lain yaitu nelayan pemilik kapal lebih kecil atau sama dengan 5 GT, kapal yang dimiliki berbahan bakar bensin, dan kapal yang digunakan memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP (Horse Power).Â
Selain itu, nelayan tersebut harus menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki identitas yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan/atau surat keterangan dari dinas kelautan dan perikanan setempat apabila belum memiliki kartu identitas yang dimaksud.
Pasokan LPG 3 kg tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan. Pertamina bermitra dengan dua agen baik di Widang dan Kota Tuban yang secara khusus melayani kebutuhan nelayan di Kecamatan Jenu. Di Kabupaten Tuban sendiri memiliki 18 agen dan 724 pangkalan yang menyediakan LPG 3 kg untuk masyarakat. Pertamina juga sangat menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan LPG 3 kg sesuai haknya, dan bagi mereka yang mampu diharapkan untuk segera beralih ke Bright Gas.
 “Saya berterima kasih kepada Pertamina yang telah membantu kami dalam merealisasikan konversi ini.” sambung Menteri ESDM, Ignasius Jonan.
Paket perdana yang diberikan kepada nelayan kecil dibawah 5 GT terdiri atas satu unit mesin/motor penggerak, satu unit konverter kit dan aksesori pendukungnya, dua buah tabung LPG 3 kg beserta isinya, serta satu unit as panjang, baling-baling, dan aksesorisnya.
Konversi BBM ke LPG membuat nelayan lebih hemat dalam hal operasional. Sebelumnya dengan menggunakan bensin, nelayan merogoh kocek sekitar Rp 135.450,- dengan asumsi penggunaan kapal selama 10 jam atau setara dengan 21 liter (Rp 6.450/liter). Namun, setelah konversi menggunakan LPG, nelayan hanya memerlukan Rp 64.000,- atau lebih hemat 50%. (aim)