SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, keluhkan pekerjaan rehabilitasi Jembatan Kalidari. Musababnya, selama dilaksakannya pekerjaan rehabilitasi jembatan penghubung antara Desa Nglanjuk dengan Desa Sumberpitu tersebut, tidak dilengkapi dengan jembatan darurat. Sehingga, warga harus kepayahan untuk melintas.
Warga harus mengatur lalulintas untuk bergantian menyeberangi kali. Dengan menggunakan pengeras suara. Supaya tidak terjadi kecelakaan.
Menurut Jumakir, warga Desa Sumberpitu, setiap hari harus melalui jalur tersebut. Untuk pergi ke desa sebelah. Dirinya mengaku, banyak warga yang mengeluhkan pekerjaan rehabilitasi tersebut. Bahkan, pernah ada warga terjatuh lantaran melalui jalan yang terlalu menanjak.
“Belum lama ini salah satu warga Desa Sumberpitu terjatuh hingga mengalami patah tulang tangannya,” ujarnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (13/11/2018).
Memasuki musim hujan seperti saat ini, kata dia, kondisi jalan menjadi licin. Sehingga berpotensi rawan kecelakaan.
“Kalau hujan, saya tidak berani lewat. Lebih baik saya memutar lewat Desa Getas dan Kapuan,” ujar Jumakir yang berprofesi sebagai guru ini.
Diketahui, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Sumber Rizki dengan pembiayaan dari APBD Kabupaten Blora senilai Rp459.163.000. Dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Dimulai tanggal (6/11/2018) sampai (4/12/2018).
Untuk meminimalisir terjadina kecelakaan, pemuda kedua desa secara sukarela membantu warga yang kesulitan saat menanjak.
“Memang benar ada warga sering jatuh. Bahkan teman saya sendiri ada yang terjatuh dan nyangkut di pohon bambu di samping sungai,” ujar Rio yang sehari-hari bertugas mengatur lalulintas warga.Â
Kepala Desa (Kades) Nglanjuk, Wiji, membenarkan, jika banyak warga yang mengeluhkan pekerjaan tersebut. Terlebih tidak adanya jembatan darurat. Sehingga kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu.Â
“Saya sudah telpon kontrktor, tapi tidak pernah diangkat. Kasihan kalau hujan tidak bisa lewat. Petani sama pedagang juga susah, Mas,” ujarnya mengeluh.Â
Pihaknya sangat menyayangkan tidak adanya jembatan darurat untuk lalu lintas warga.
Sementara, Supandi pelaksana pekerjaan dari CV Sumber Rizki, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa jembatan darurat tidak diperlukan. Sebab, pekerjaan sudah mencapai 85%.
“Pengerjaannya sudah 85 persen.Tinggal pengecoran talud dan agak sulit karena ketinggiannya 7 meter. Rencananya hari Kamis akan mulai dicor. Sehingga bisa segera selesai,” ujar Supandi.(ams)