SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga saat ini masih dipenuhi tanaman Eceng Gondok. Salah satunya di Bendung Gerak di Desa Padang Mori, Kecamatan Trucuk.
Fenomena Eceng Gondok ini disikapi serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro. DLH berjanji segera berkoordinasi dengan dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air untuk membersihkannya.
Kepala Dinas Lingkugan Hidup Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan adanya Eceng Gondok yang memenuhi Sungai Bengawan Solo, salah satunya di lokasi Bendung Gerak bisa menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan manusia.
Dampak tersebut diantaranya, meningkatkan potranspirasi atau penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman.Â
“Karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat,” ujar mantan Camat Kalitidu ini.Â
Pengaruh lainnya adalah menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air.
Tumbuhan Eceng Gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan. Kemudian, meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.
“Serta menurunkan nilai estetika lingkungan perairan,” tandas Nurul.(rien)