Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Para petani di Bojonegoro, Jawa Timur hingga saat ini belum bisa menebus pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Sebab, electronic data capture (EDC) yang dipasang di setiap kios pupuk belum siap digunakan.
Ketua Kelompok Tani Desa Begadon 1 Rokim mengatakan, kartu tani saat ini masih belum bisa digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi. Namun, rata-rata para petani di Desa Begadon, Kecamatan Gayam sudah memiliki kartu tani.
“Kartu tani belum bisa digunakan menebus pupuk bersubsidi,” katanya, Kamis (23/2/2023).
Dia mengatakan, para petani juga hanya diberikan kartu tani tanpa mendapatkan penjelasan bagaimana penggunaannya. Sehingga, para petani kebingungan apa fungsi dari kartu tani yang didistribusikan oleh pemerintah ini.
“Karena saat ini petani menebus pupuk masih manual atau datang ke kios pupuk,” kata Rokim.
Kepala Seksi Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Tatik Kasiati menuturkan, sampai saat ini kartu tani belum bisa dipakai karena infrastruktur penebusan pupuk belum siap digunakan.
Dia mengatakan, electronic data capture (EDC) yang dipasang di setiap kios pupuk belum siap digunakan. Keseluruhan ada 383 kios pupuk di Bojonegoro. Rinciannya, ada 324 kios pupuk sudah terpasang EDC per April 2022 lalu.
“Akan tetapi belum bisa digunakan untuk transaksi penebusan pupuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro Retno Budi Widyanti mengatakan, hingga kini sudah ada 19.015 yang sudah tercetak. Namun, jumlah tersebut belum semua terdistribusi dan belum ada update dari BNI.
“Dan petani masih bisa melakukan penebusan pupuk secara manual,” katanya.(jk)





