Kemenhub Sosialisasikan Keselamatan Nelayan Tuban-Lamongan

Nelayan Tuban dan Lamongan dapat Sosialisasi Keselamatan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Lamongan- Kementerian Perhubungan RI Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan pelayaran. Kegiatan yang melibatkan 200 nelayan Kabupaten Tuban dan Lamongan ini, bertempat di aula Pelabuhan Pengumpan Regional Sedayu Lawas. 

“Berlangsungnya acara ini ada dua hal, karena berkah dari Allah SWT dan adanya bantuan anggaran dari Kementerian Perhubungan,” ujar Kepala Kantor UPP Brondong, Dr. Ferry Agus Satrio, kepada suarabanyuurip.com, disela sosialisasi, Jumat (16/11/2018).

Ferry menegaskan, sebelum sosialisasi berlangsung UPP Brondong mengajak nelayan senam pagi. Diharapkan dengan raga yang sehat, materi sosialisasi mudah diterima nelayan dari dua kabupaten tersebut. 

Dalam menghadapi musim hujan atau pancaroba khususnya perahu nelayan yang Gross Tonnage- nya di bawah tujuh, harus memperhatikan cuaca. Tak kalah penting mempersiapkan alat dan perlengkapan pelayaran minimal pelampung, baju jaket, maupun ban. 

“Nelayan jangan memaksakan diri melaut saat cuaca tak bersahabat. Karena bisa mengancam jiwa nelayan dan keluarganya,” ucap pria ramah ini.

Sat ini ada program pengukuran dan penyertifikatan kapal. UPP Brondong dalam sebulan ditarget menyelesaian 400 kapal untuk GT 7 ke bawah dan pas kecil juga harus diselesaikan. 

Pihaknya berharap dukungan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Rukun Nelayan (RN) Tuban-Lamongan, agar program ini bisa berjalan. Pengukuran kapal dan pas kecil sudah dikeluarkan di Tuban Lamongan sejak 2017 kurang lebih 970 kapal.

Baca Juga :   Diunjukrasa Mahasiswa DPRD Lengang

“Itu data sebelum kunjungan Menteri Perhubungan di Lamongan waktu lalu,” ujarnya.

Pas kecil dan pengukuran kapal penting untuk identitas dan bukti kepemilikan kapal. Karena ketika ada musibah di laut, juga bisa diketahui apa nama kapal dan siapa pemiliknya. 

Dalam pendaftaran kapal ke pusat namanya juga tak boleh sama. Diharapkan HNSI dan RN ikut serta menyampaikan ke nelayan lain jangan sampai nama satu kapal dengan lainnya sama.

“Apabila doble bisa ditambah angka supaya tak menimbulkan hal yang diinginkan,” pesannya. 

UPP Brondong juga ditugaskan mendata seluruh nelayan dan ABK. Dalam hal ini pemerintah pusat, akan menggelar pendidikan gratis di tahun 2019. Bagi nelayan dan pelaut untuk mengikutinya, supaya mendapatkan sertifikat melaut. 

“Ini penting dan gratis, waktunya lebih singkat dan nelayan bisa mengikuti pendidikan gratis yang diberikan pemerintah pusat,” tuturnya. 

Nelayan diminta dalam pengukuran mempersiapkan diri dan nama kapalnya. Pemerintah pusat rencananya akan mengecek kapal dalam rangka penegakan hukum. Bagi yang belum diukur untuk segera, supaya bisa diterbitkan sertifikatnya. 

“Kalau ada bantuan pelampung dari intansi, mohon ditaruh di kapal. Jangan sampai disimpan di rumah. Ini penting sekali dalam melakukan kegiatan melaut,” himbaunya. 

Baca Juga :   Penyakit LSD Serang Ternak Sapi di Bojonegoro, Lebih Bahaya dari PMK

Nelayan juga diminta menghindari objek vital nasional, pelabuhan PLTU, semen, maupun tempat penampungan minyak di tengah laut atau FSO. Jangan sampai jaring tersangkut atau terjadi senggolan badan kapal.

“Hindari pula senggolan dengan kapal besar. Saat berhadapan lambung kanan atau belok kanan, ini sudah aturan Internasional,” pesan dia lagi.

Sekretaris HNSI Lamongan, Muhlisin Ahmad, menilai sosialisasi keselamatan ini penting karena bermanfaat bagi nelayan. Selain menambah pengetahuan, juga menjadi ajang silaturahim nelayan Tuban dan Lamongan. 

“Bagus kalau diadakan triwulan sekali,” sambungnya.

Ketua HNSI Tuban, Faisol Rozi, menyambut baik sosialisasi keselamatan dan keamanan pelayaran. Pantai Utara Laut Jawa khusunya Tuban dan Lamongan, karena sekarang memiliki aktifitas pelayaran cukup padat. 

“Dulunya pakai layar sekarang nelayan sudah pakai mesin, dan itu harus ada pengetahuan baru,” imbuhnya. 

Khususnya di Tuban, banyak perusahaan yang menggunakan jasa laut mulai PLTU Tanjung Awar-awar, Kilang Minyak TPPI, PT Semen Gresik dan FSO Gagak Rimang dan Cinta Natomas. Ditambah keluar masuknya kapal barang antar pulau. 

“Semoga semua nelayan semangat mengamalkan ilmu yang diterima selama sosialisasi,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *