SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Griya Dharma Kusuma (GDK), hingga kini belum ada kesepakatan untuk besaran target pendapatan tahun 2019 mendatang.
“Kita belum deal untuk itu,” kata Dirut Griya Dharma Khusuma, Puri, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (17/11/2018).
Menurut pria berkacamata minus, keberadaan proyek Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh kontraktor pelaksana EPC GPF, PT Rekayasa Industri (Rekind) menjadi harapan GDK untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami sudah mencoba mengajukan penawaran ke PT Rekind, semoga ada jawaban yang memuaskan,” tandasnya.
Dari data yang didapat, PAD GDK tahun 2017 mencapai Rp2 miliar. Pendapatan tersebut, dari laba yang dihasilkan pada tahun 2016. Sementara tahun 2018, dari target Rp550 juta terealisasi Rp0.
Sementara itu, Asisten 2 Bagian Pembangunan dan Ekonomi, Sekkab Bojonegoro, Setyo Yuliono, menegaskan, semua BUMD harus bisa meningkatkan PAD. Termasuk di sektor perhotelan.
“Yang lain saja bisa, kenapa GDK tidak bisa,” ujar pria yang akrab disapa Nanang ini.
Oleh sebab itu, Pemkab Bojonegoro melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD. Supaya, tahun 2019 mendatang bisa memberikan pendapatan sesuai target.
“Ya harus ada pendapatan, tidak boleh nol,” tandas mantan Camat Gayam ini.
Terpisah, Site Manager Rekind Zainal Arifin, menegaskan, bagi pekerja di proyek J-TB sekarang ini menggunakan mess dari sewa rumah milik penduduk di sekitar wilayah Kecamatan Kalitidu.
“Ini upaya memberdayakan masyarakat setempat juga,” pungkasnya.(rien)