Wabup Tuban Tak Canggung Masuk Drainase

Wabup Tuban masuk drainase

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Di sela-sela Inspeksi Mendadak (Sidak) proyek eko-drainase di Jalan Basuki Rahmat, Wabup Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, tak hanya melihat kondisi dari atas. Lebih dari itu, politisi asal Kecamatan Rengel juga menyempatkan masuk ke dalam gorong-gorong sumur resapan kedalaman lebih dari 1,5 meter.

“Pengecekan ini karena waktu saya lewat kok gak selesai-selesai. Harus kita dorong,” ujar Wabup Noor Nahar, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com disela-sela Sidak, Senin (19/11/2018).

Wabup Tuban dua periode ini, menjelaskan, proyek Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) ini mengalami keterlambatan 20%. Alasan yang diterimanya, karena akhir tahun merupakan musim proyek. Konskuensinya sulit memperoleh tenaga tukang.

Mulai besok Wabup Tuban meminta ditambah tenaga kerjanya. Minimal Desember harus rampung, supaya keluhan banjir di dalam kota selesai. Kalau memang harus lembur malah bagus, dengan catatan orang baru supaya hasil kerjanya bagus.

“Siang malam harus dikebut karena terlambat,” terangnya.

Setelah proyek ini kelar, Wabup Noor Nahar Hussein, juga menekankan pada pentingnya pengawasan fungsi trotoar. Harus bebas orang jualan, supaya kebersihannya terjaga. Tak kalah pentingnya, juga memberi penyadaran kepada orang jualan supaya menghormati pengguna trotoar.

Baca Juga :   Dua PNS K-2 Meninggal Dunia

Di tahun 2018, Dinas PRKP menerapkan konsep eko-drainase di Jalan Pramuka, dan Basuki Rahmat. Pilot project sebanyak 31 sumur resapan ini, difokuskan pada titik genangan air saat musim hujan tiba.

Kepala Dinas PRKP Tuban, Darmaji, menjelaskan, pihaknya dihadapkan pada pilihan yang sulit. Drainase (saluran air) yang dimiliki Pemkab Tuban, sudah tidak cukup lagi menampung air dari permukaan. Diterapkannya ekodrainase atau drainase ramah lingkungan ini, diharapkan tidak ada lagi jalan tergenang saat musim hujan.

“Salah satu upaya kita membuat sumur resapan, yang merupakan hasil studi banding di Malang waktu lalu,” terang mantan Camat Plumpang atau sekitar jalur pipa distribusi minyak Blok Cepu.

Kabid Air Minum dan Sanitasi Dinas PRKP Tuban, Juli Wibowo, ST, MT, menambahkan, sementara konsep sumur resapan diterapkan di drainase sepanjang Jalan Pramuka Tuban. Disusul proyek di Jalan Basra.

“Kita berpikir setiap kali hujan, airnya tidak langsung dibuang ke sungai,” sambungnya.

Pria asal Kudus, Jawa Tengah ini, menjelaskan drainase ramah lingkungan didefinisikan sebagai upaya mengelola air kelebihan dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.

Baca Juga :   Kasmonat Bikin Laporan Palsu Dibegal

Dalam drainase ramah lingkungan, justru air kelebihan pada musim hujan harus dikelola sedemikian sehingga tidak mengalir secepatnya ke sungai. Kendati demikian, diusahakan meresap ke dalam tanah, guna meningkatkan kandungan air tanah untuk cadangan pada musim kemarau. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *