SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – BUMD Blora, Jawa Tengah, PD Wira Usaha mengajukan anggaran modal dasar sebesar Rp80 miliar kepada Pemkab setempat. PD Wira Usaha selama ini mengelola bisnis apotek Sukawaras Blora dan Wisma Husada Cepu.
Modal yang diajukan PD Wira Usaha tersebut akan digunakan mewujudkan perusahaan daerah seperti yang diinginkan selama lima tahun berjalan.
“Untuk penguatan dan pengembangan,” kata Direktur Operasional PD Wira Usaha, Moesafa kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/11/2018).
Disetujui tidaknya modal yang diajukan PD Wira Usaha ini tergantung pada kebijakan Pemkab Blora berdasarkan kondisi keuangan daerah.
“Harapannya nanti tetap disetujui, karena pemenuhan modal dasar ini tidak diberikan sekaligus. Tapi dilakukan secara bertahap dalam bentuk penyertaan modal dalam kurun waktu lima tahun,” ujarnya.Â
PD Wira Usaha mengaku butuh penyertaan modal dari Pemkab Blora untuk menjalankan usahanya.
“Jadi ini tidak sama antara modal dasar dan penyertaan modal,” kata dia.
Modal dasar sebagai total modal yang dibutuhkan untuk mewujudkan BUMD seperti yang diharapkan. Sementara, penyertaan modal merupakan realisasi dari modal dasar yang pelaksanaannya menyesuaikan tahun anggaran.Â
“Namun kami tidak semata-mata harus menunggu penyertaan modal ini. Sekalipun penyertaan modal dari pemerintah belum ada, kami dapat mengambil langkah kerja sama dengan pihak lain,” ucapnya dia.Â
PD Wira Usaha melihat ada peluang untuk mengembangkan usaha baik yang saat ini sudah berjalan maupun usaha baru. Â Adapun usaha yang sudah berjalan ada apotek Sukawaras Blora dan Wisma Husada Cepu.
“Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan semua awak yang ada untuk dilakukan penataan kembali,” pungkasnya.(ams)