Peran Strategis FMK Kurangi Kemiskinan Tuban

Peran Strategis FMK Semen Indonesia Kurangi Kemiskinan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Forum Masyarakat Kokoh (FMK) yang terbentuk di desa sekitar pabrik Semen Indonesia di wilayah Tuban, Jawa Timur, memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan. Oleh karena itu perlu meningkatkan pengetahuan dan kapasitasnya secara periodik dan berkelanjutan.

“Agar upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban dapat berjalan secara massif dan komprehensif,” kata Sekda Tuban, Budi Wiyana, saat menghadiri seminar dan forum group discusion (FGD) pada tanggal 21-22 Nopember 2018 bertempat Hall Auditorium PT. Semen Indonesia (Pabrik Tuban).

Kegiatan ini melibatkan empat orang anggota FMK yang berasal dari 24 Desa dan 3 Kecamatan daerah pengembangan perusahaan. Dengan total peserta berjumlah 108 orang.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada PT. Semen Indonesia dengan program P2M-SG yang di komandani Manajer Program P2M-SG, Nunuk Fauziyah. Melalui rancangan program yang sistematis dan implementatif serta konsisten untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah pengembangan sekitar pabrik Semen Indonesia.

“Apa yan dilakukan ini sinergis dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Tuban yang sedang fokus menggunakan pendekatan pemberdayaan untuk mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.

Pemkab akan memperhatikan dan memberikan prioritas usulan-usulan kegiatan melalui OPD terkait. Termasuk dari FMK yang mengacu pada tiga prioritas utama RPJMD Kabupaten Tuban. Yakni pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, peningkatan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan.

“Kita akan dorong OPD untuk mengganggarkan jika proposal usulan FMK selaras dengan prioritas tersebut,” tandasnya.

Ketua Panitia kegiatan, Moh. Dasam menjelaskan tujuan seminar dan FGD ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sumberdaya manusia. Untuk itu, forum-forum yang mencerdaskan seperti ini, sangat penting untuk dilaksanakan secara periodik. 

Baca Juga :   Sumur Minyak Tradisional Terbakar, Polres Blora Selidiki Penyebab Kebakaran

“Diharapkan dukungan kepada para pihak agar dapat bersinergi, dan menoleh sejenak bahwa FMK wujud secara nyata, dan siap berkiprah untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Ketua BPD Temandang itu.

Kasi Bina Lingkungan PT. Semen Indonesia (Pabrik Tuban), H. Siswanto mengungkapkan keberadaan FMK memberikan nilai positif di tengah masyarakat, dengan kesanggupan mengemban tugas mulia untuk memberdayakan masyarakat di sekitar perusahaan. Pihaknya memberikan apresiasi atas prakarsa FMK dengan terselenggaranya acara ini semoga pada masa mendatang dapat dilaksanakan lebih baik lagi

Perkembangan kegiatan P2M-SG telah sampai pada tahapan pencairan dana. Dilanjutkan dengan pelaksanaan program. Berbekal hasil kegiatan selama dua hari diharapkan FMK dapat mengendalikan dan memastikan seluruh kegiatan berjalan secara proporsional, dan melahirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Sehingga P2M-SG dapat memberikan kontribusi konkrit untuk mengentaskan kemiskinan di kabupaten Tuban,” terangnya.

Fasilitator lainnya, Joko Purwanto, dari Bojonegoro Institue (BI), mengatakan Kabupaten Tuban tidak seharusnya mendapatkan kategori miskin, sebab memiliki berbagai sumberdaya yang memadai. Disamping itu wilayah pertaniannya luas, terdapat lautan, ada destinasi wisata, mempunyai kawasan industri dan kaya sumberdaya alam.

“Strategi pengentasan kemiskinan yang rasional hendaknya terdapat ruh kepemilikan lokal. Artinya dirumuskan, direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan oleh masyarakat setempat secara mandiri, selaras dengan substansi P2M-SG yang menekankan model Kolaborasi menuju pada perubahan yang berkelanjutan,” kata Joko menjelaskan.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Khozanah Hidayati, yang didapuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan kemiskinan adalah problem sosial-ekonomi yang dialami oleh seluruh negara di dunia. Kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks. Bahkan untuk menjelaskan faktor penyebabnya sangat variatif, sehingga diperlukan upaya maksimal, fokus dan berkelanjutan dalam mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga :   Semen Indonesia Ajak Warganet Bijak Bermedia Sosial

“Saya sangat berharap keberadaan PT.Semen Indonesia menjadi salah satu pilar untuk turut mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tuban disokong pelbagai pihak termasuk FMK sebagai basis representasi masyarakat secara riil,” harapnya.

Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Suprianto, menambahkan terdapat tiga skenario untuk menangani kondisi kemiskinan di Tuban.Ditanggulangi agar miskinnya tidak terus berkembang, dicegah agar tidak terus bertambah, dan dientaskan agar terdapat hasil yang jelas.

“Pilihannya jatuh pada pengentasan kemiskinan dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat,” tambah Agung.

Senior CSR Officer PT. Semen Indonesia (Pabrik Tuban), Iwan Prasetyo dalam closing statemennya mengungkapkan FMK dan tim P2M-SG telah bekerja sangat luar biasa untuk menggagas forum ini. Pihaknya menyadari program P2M-SG sedang berlanjut dan tantangan pada masa mendatang semakin berat. 

Kendati demikian, jika sinergitas berbagai pelaku terbangun secara massif, pihaknya sangat optimis P2MSG akan menuai hasil yang membanggakan. Perusahaan Semen Indonesia juga akan terus meningkatkan inovasi, serta kreatifitas untuk mendorong keberdayaan dan kemandirian masyarakat pada wilayah pengembangan perusahaan. 

“Terutama memperkokoh keberadaan FMK agar semakin berdaya dan mandiri, seraya memohon do’a kepada para hadirin serta seluruh masyarakat Kabupaten Tuban, agar PT. Semen Indonesia tetap “Kokoh Tak Tertandingi,” pungkas pria humanis ini. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *